Dari 200.000 hektare lahan untuk program Food Estate yang diminta Kementerian Pertanian, Pemprov Kaltim telah menyiapkan lahan seluas 535.000 hektare yang akan ditanami berbagai jenis tanaman termasuk pengembangan peternakan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Eddy Heflin di Samarinda, Jumat, mengatakan berdasarkan data pada 4 Februari 2012, tercatat 535.000 ha lahan yang akan digunakan untuk pelaksanaan program Food Estate.<br /><br />Dari data sementara lahan seluas 535.000 ha tersebut, rencananya akan ditanami sejumlah tanaman pangan selain padi, seperti jagung, kedelai, pisang, tebu, dan berbagai tanaman lain yang mendukung pemenuhan tanaman pangan.<br /><br />Data sebelumnya mengungkapkan, jumlah lahan yang tersedia bagi pelaksanaan program Food Estate dan Rice Estate yang tersedia pada Januari 2012 seluas 343.461 ha.<br /><br />Dia berharap para investor ikut mendukung pelaksanaan program Food Estate secara teknis, misalnya sarana industri pembangunan pabrik, proses pertanian, perkebunan dan kehutanan yang akan dipantau oleh tim Food and Rice Estate.<br /><br />Jenis tanaman pangan yang akan dibudidayakan dalam Food Estate tersebut adalah bahan makanan yang nantinya bisa dijadikan sebagai pengganti bahan makanan beras.<br /><br />Program pengembangan Food Estate, tidak terbatas hanya untuk pembudidayaan, pengembangan benih maupun tanaman pangan tetapi juga untuk dimanfaatkan sebagai lahan penggembalaan, pembibitan, peternakan serta perikanan, sehingga peningkatan pertanian dalam arti luas dapat dicapai dalam satu kawasan.<br /><br />Data sementara untuk pelaksanaan program Food Estate non-tanaman akan menncakup lahan seluas 30.000 ha yang dialokasikan untuk program pembibitan sapi Brahman dan Simental yang telah diajukan oleh PT Bina Mentari Tunggal, Jakarta.<br /><br />"Untuk lahan pembibitan sapi, investor telah mengajukan permohonan kepada bupati dan Gubernur Kaltim melalui Dinas Peternakan Kaltim," kata Eddy menambahkan.<strong> (das/ant)</strong></p>















