Kaltim Susun Renstra Pengembangan Peternakan

oleh

Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur sedang menyusun rencana strategis pengembangan peternakan jangka menengah untuk lima tahun ke depan, agar pembangunan bidang peternakan memiliki acuan jelas. <p style="text-align: justify;"><br />"Renstra pembangunan peternakan 2013-2018 dimaksudkan agar pola penanganan ternak di Kaltim dapat terus berkembang, baik untuk mencapai swasembada daging berkelanjutan maupun dalam penyediaan pakan asal ternak yang sehat dan aman," ucap Kadis Peternakan Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Selasa.<br /><br />Dalam renstra tersebut Kaltim ingin mewujudkan agribisnis peternakan yang berdaya saing, guna menuju swasembada daging terus menerus dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.<br /><br />Dalam renstra juga sudah ditemukan berbagai permasalahan yang harus mendapatkan pemecahan, misalnya yang terjadi saat ini adalah produksi daging masih rendah, populasi ternak juga masih sedikit khususnya sapi potong.<br /><br />Kemudian masih tingginya pemotongan sapi maupun kerbau betina produktif, padahal betina produktif atau yang sedang bunting sangat memungkinkan untuk menambah populasi ternak, yakni dari pedet yang dihasilkan, maka ketika dewasa akan melahirkan lagi.<br /><br />Terkait dengan permasalahan yang ada tersebut, maka mulai 2013 pihaknya bekerjasama dengan pemerintah pusat menggulirkan sejumlah program, di antaranya adalah memberikan bantuan sebesar Rp7,295 miliar untuk pengadaan sapi potong bagi kelompok ternak di Kaltim.<br /><br />Jumlah penerimanya sebanyak 25 kelompok ternak di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).<br /><br />Dia antaranya adalah untuk dua kelompok ternak di Kabupaten Berau sebanyak 36 ekor sapi. Masing-masing kelompok mendapat bantuan sebesar Rp291 juta sehingga total dana yang digulirkan mencapai Rp582 juta.<br /><br />Kemudian untuk dua kelompok ternak di Kabupaten Bulungan dengan sapi yang dikembangkan sebanyak 36 ekor. Masing-masing kelompok mendapat bantuan sebesar Rp290 juta sehingga total dana yang digulirkan mencapai Rp581 juta.<br /><br />Selain menyusun renstra pengembangan peternakan 2014-2018, kata Dadang, pihaknya juga sedang menyusun draf Peraturan Gubernur (Pergub ) tentang Pedoman Pelaksanaan Pola Kemitraan Ayam Pedaging.<br /><br />Ke depan Pergub tersebut diharapkan dapat melindungi para pelaku bisnis peternakan perunggasan di Kaltim dari kerugian akibat harga ayam yang fluktuatif.<br /><br />menurutnya, bisnis peternakan perunggasan saat ini belum memiliki keseragaman dalam pola kerjasama, sehingga tidak jarang muncul masalah dalam pembagian keuntungan.<br /><br />Hingga kini pihaknya membutuhkan masukan dari berbagai pihak yang kepentingan guna memantapkan isi dalam draf Pergub, sedangkan Pergub tersebut sebagian isinya mengadopsi Pergub tentang Pedoman Pelaksanaan Pola Kemitraan Ayam Pedaging dari Provinsi Sumatera Barat. <strong>(das/ant)</strong></p>