Kaltim Tambah 16 Petugas Penanganan Penyakit Hewan

oleh

Dinas Peternakan Kalimantan Timur menambah 16 petugas "participatory disease surveillance and response" atau petugas reaksi cepat penanganan wabah penyakit hewan menular avian influenza atau flu burung pada 2011. <p style="text-align: justify;">"Jumlah petugas PDSR di Kaltim hingga saat ini masih minim, yakni hanya 37 orang sehingga jika ada kasus penyakit hewan menular AI, penanganannya akan lambat, untuk itu kami menambahnya," kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Ibrahim di Samarinda, Sabtu.<br /><br />Sebanyak 37 petugas yang melakukan tugas di 14 kabupaten dan kota di Kaltim itu direkrut dalam tiga tahun terakhir, masing-masing 2009 sebanyak delapan orang, 2010 sebanyak 13 orang, dan 2011 sebanyak 16 orang.<br /><br />Untuk penambahan tenaga PDSR itu, dana yang telah digulirkan sebesar Rp500 juta. "Langkah ini merupakan salah satu komitmen Pemprov Kaltim dalam penanganan penyakit hewan menular," katanya.<br /><br />Menurut dia, penambahan petugas reaksi cepat untuk penanganan wabah penyakit menular AI pada unggas sangat penting, terutama dalam upaya pencegahan, pengerahan, serta pembinaan bagi para petani di daerah sentra peternakan.<br /><br />Saat ini, lanjutnya, petugas PDSR hanya khusus untuk penanganan penyakit hewan menular seperti avian influenza, namun ke depan dapat saja diarahkan untuk penanganan penyakit hewan lainnya.<br /><br />Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan kerja sama dengan Food Agricultural Organization (FAO) atau Organisasi Pangan Dunia untuk melaksanakan pengendalian penyakit avian influenza.<br /><br />Melalui kerja sama itu, di tingkat pusat telah terbentuk Unit Pengendali Penyakit (UPP) AI. Sementara di tingkat daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota dibentuk Local Disease Control Center (LDCC) yang bertugas penyampaikan laporan dan membuat data hasil kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan penanganan penyakit AI.<br /><br />Sejak terbentuk pada 2006 hingga saat ini di Indonesia terdapat 2.388 petugas PDSR dengan 34 LDCC pada 30 provinsi. Sedangkan melalui dana bantuan luar negeri, telah didistribusikan perangkat komputer ke setiap kabupaten dan kota pada 32 LDCC di 29 provinsi, termasuk di Kaltim.<strong> (phs/Ant)</strong></p>