Kaltim Tetap Pimpin Perolehan Medali Sukan Borneo

oleh

Hingga hari kelima pelaksanaan Sukan Borneo IV 2011 yang melibatkan tiga negara serumpun dan empat provinsi di Pulau Kalimantan, kontingen tuan rumah Kalimantan Timur masih tetap memimpin klasemen sementara perolehan medali. <p style="text-align: justify;">"Saat ini posisi Kaltim semakin jauh meninggalkan rivalnya, jika kemarin masih mengantongi 30 emas, 11 perak, dan 17 perunggu, sekarang sudah naik menjadi 47 emas, 19 perak, dan 23 perunggu," ucap Ketua Panitia Harian Sukan Borneo, Sigit Muryono di Samarinda, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan, total medali yang sudah diperebutkan hingga Jumat (9/12) sebanyak 224 medali dengan rincian 72 medali emas, 71 perak, dan 81 medali perunggu.<br /><br />Berada di peringkat kedua adalah kontingen Provinsi Kalimantan Barat yang memperoleh medali sebanyak 9 emas, 15 perak, dan 8 perunggu.<br /><br />Sedangkan Negara Bagian Malaysia, yakni Serawak yang letaknya berada di Utara Pulau Kalimantan berada di posisi tiga dengan 6 emas, 8 perak, dan 15 perunggu.<br /><br />Di urutan keempat ditempati Brunei Darussalam dengan perolehan medali sebanyak 6 emas, 6 perak, dan 8 perunggu.<br /><br />Berada di posisi kelima adalah kontingen dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan perolehan medali sebanyak 4 emas, 9 perak, dan 9 perunggu.<br /><br />Negara bagian Malaysia lainnya, yakni Sabah yang letaknya berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur memperoleh 2 emas, 9 perak, dan 11 perunggu.<br /><br />Beberapa cabang olahraga terbanyak yang turut mendongkrak tingginya perolehan medali emas Kaltim antara lain, pada cabang olahraga pencak silat berhasil mengantongi 8 emas, cabang atletik mengantongi 7 emas, dan cabor anggar juga mengantongi 7 emas.<br /><br />Selanjutnya pada cabang sumpit berhasil mengantongi 7 emas, kemudian cabang olahraga berhasil memboyong 6 emas, cabang layar berhasil membawa 4 emas, gasing 2 emas, dan pada cabang bulu tangkis berhasil membawa 2 emas. (das/ant)<br /><br />Delapan Bank Sampah Mulai Beroperasi<br /> <br />Bontang, 9/12 (ANTARA) – Sebanyak delapan bank sampah di Kota Bontang, Kalimantan Timur, mulai beroperasi dan tiga bank sampah lagi akan menyusul beroperasi dalam waktu dekat.<br /><br />Operasional bank sampah itu ditandai dengan peluncuran Bank Sampah Kelola Mandiri, kata Ketua Yayasan Bikal yang menginisiasi bank sampah di Kota Bontang Saparuddin di Bontang, Jumat.<br /><br />"hadir dalam peluncuran bank sampah "Kelola Mandiri" Tanjung Laut Indah adalah Asisten Deputi IV Kementerian Lingkungan Hidup Sudirman, Wali Kota Adi Darma didampingi kepala satuan perangkat kerja daerah dan perwakilan perusahaan," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pada akhir Desember diharapkan 11 bank sampah di 10 kelurahan sudah beroperasi.<br /><br />Dalam peluncuran bank sampah itu Dinas Kebersihan Pertamanan dan PMK memberikan peralatan standar pelayanan minimal berupa buku tabungan, timbangan, form aplikasi, dan papan nama.<br /><br />Sebelas bank sampah itu terdapat di Berebas Tengah, Tanjung Laut Indah, Tanjung Laut, Bontang Lestari, Satimpo, Kanaan, Loktuan, Guntung, Bontang Kuala, Gunung Elai.<br /><br />"Sementara itu lima kelurahan yang belum mendirikan bank sampah yakni Berebas Pantai, Belimbing, Telihan, Api-Api dan Bontang Baru," kata Saparuddin.<br /><br />Bank sampah adalah sebuah cara untuk menampung sampah kemasan plastik dari masyarakat untuk digunakan kembali.<br /><br />Di bank ini, masyarakat akan menabung sampah dengan cara seperti menabung uang di bank. Nasabah sampah datang ke bank membawa sampahnya, ditimbang, dan dicatat di buku rekening oleh petugas bank sampah. Satu kilogram sampah anorganik seharga Rp5.000.<br /><br />"Manajemen bank sampah lalu membina perajin sampah anorganik. Boleh dikata pendampingan dari hulu hingga hilir, mulai pasokan bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran," ujarnya.<br /><br />Selain bank sampah anorganik, ketika sudah siap secara teknis dan detail akan didirikan bank sampah organik komunal (wilayah kelurahan.red) dengan catatan telah siap secara teknis dari segi sarana prasarana pendukung, organisasi, kelembagaan, harga, mesin dari hari ke hari bukan sporadis. <strong>(das/ant)</strong></p>