KAMMI Kalbar Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM

oleh
oleh

Kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) Kalimantan Barat demonstrasi di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat sore, menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. <p style="text-align: justify;">"Ayo masyarakat Kalbar kita bersatu turun ke jalan menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi," kata Ketua KAMMI Kalbar, Imam Bukhori, saat berorasi di Tugu Digulis Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak.<br /><br />Aksi mahasiswa tersebut diisi dengan aksi membaringkan tubuh ke jalanan menggambarkan ketidakberdayaan rakyat terhadap tingginya harga kebutuhan hidup akibat kenaikan harga BBM.<br /><br />Aksi hari ini merupakan kelanjutan dari aksi beberapa hari terakhir yang bertujuan sama, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, per 1 April.<br /><br />Sementara pada Kamis (29/3), pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi-fraksi di DPRD Kalbar menyatakan mendukung aspirasi mahasiswa dan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM tersebut.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, tiga SPBU yang berada di Jalan Ahmad Yani, satu SPBU di Jalan Teuku Umar, Jalan Tanjungpura, Imam Bonjol, Gusti Situt Mahmud dan Perintis Kemerdekaan rata-rata diwarnai antrean panjang oleh sejumlah kendaraan roda dua dan empat untuk mendapatkan BBM bersubsidi dengan panjang sekitar 100 meter hingga 150 meter.<br /><br />Sebelumnya, Sales Representative PT Pertamina Wilayah V Kalbar, John Haidir mengimbau, masyarakat provinsi itu tidak perlu panik karena khawatir sulit mendapatkan BBM menjelang rencana kenaikan harga.<br /><br />John menjelaskan, stok BBM di Provinsi Kalbar dalam kategori aman menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada April 2012.<br /><br />"Kami akui permintaan BBM menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi mengalami peningkatan dari biasanya sehingga BBM di SPBU cepat habis. Masyarakat tidak perlu khawatir atau panik dengan memborong BBM jenis premium maupun solar bersubsidi karena stok dalam kategori aman," ujarnya.<br /><br />John menambahkan, kebutuhan premium bersubsidi untuk Kota Pontianak sekitar 250 kilo liter per hari, kemudian untuk solar bersubsidi sekitar 120 kilo liter per hari. <strong>(phs/Ant)</strong></p>