KAMMI Kalbar Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

oleh

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalimantan Barat, Selasa, melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. <p>"Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebagai tindakan yang mengabaikan suara rakyat kecil," kata Ketua Umum PW KAMMI Kalbar, Abdul Jabbar saat menyampaikan orasi di Tugu Bundaran Untan Pontianak.<br /><br />Sehingga, KAMMI Kalbar menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM dan mengimbau pemerintah untuk membatalkan keputusan tersebut.<br /><br />KAMMI mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, buruh dan petani menolak kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM. Ia juga mengajak seluruh kader dan pengurus KAMMI seluruh Indonesia untuk mengelar aksi menolak kenaikan harga BBM secara maraton selama satu bulan k edepan.<br /><br />"Tentu ini tidak selaras dengan konsep ekonomi kerakyatan yang sering digaungkan pemerintahan Jokowi-JK, selain itu penguasaan perusahaan asing di Indonesia juga akan ‘mengebiri’ pendapatan rakyat dan perusahaan milik negara," ujarnya.<br /><br />Data KAMMI mencatat, APBN tahun 2013 Rp1.842 triliun, sementara penyerapan anggaran hanya Rp1.166 triliun atau sebesar 67,6 persen, dan subsidi BBM cuma Rp211,9 triliun, katanya.<br /><br />"Artinya, subsidi BBM tidak disebut membebani APBN karena masih banyak anggaran yang belum terserap, dan itu lebih besar daripada subsidi BBM. Belum lagi dana APBN, yang banyak dikorupsi dan serta belanja pegawai yang sangat besar," ungkapnya.<br /><br />Dari hasil sensus ekonomi nasional (susenas 2010) menunjukkan bahwa, pengguna BBM bersubsidi 65 persen adalah rakyat kelas bawah, dan miskin 27 persen, menengah 6 persen, menengah ke atas hanya dua persen.<br /><br />Dari total jumlah kendaraan di Indonesia, yang mencapai 53,4 juta (2010), sebanyak 82 persen diantaranya merupakan kendaraan roda dua yang kebanyakan dimiliki oleh kelas menengah ke bawah.<br /><br />"Ini menunjukkan, bahwa kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat, belum lagi harga-harga kebutuhan pokok dipastikan juga akan melonjak seiring kenaikan harga BBM bersubsidi, kata Abdul Jabbar.<br /><br />Sebelumnya, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 sehingga harga premium yang semula Rp6.500 /liter naik menjadi Rp8.500 /liter dan solar dari Rp5.500 /liter menjadi Rp7.500 /liter.<br /><br />Pengumuman dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (17/11). (das/ant)</p> <p>Poto Dok:  lensakapuas.com</p>