Kampung Sanitasi Klaster Berdaya Bangun Jamban Mbah Minah

oleh

Arisan Jamban menjadi salah satu aktivitas Kader Berdaya dalam turunan Program Kampung Sanitasi Klaster Berdaya PKPU. Komunitas diarahkan agar keluar dari permasalahan secara partisipatif. <p style="text-align: justify;">Bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan melalui peningkatan akses sanitasi layak serta pembentukan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan.<br /><br />Di wilayah Klaster Berdaya Trans Handil Sohor, arisan jamban sehat bukan hanya sekedar membuat jamban atau pun membuat batako dan gorong-gorong. Namun lebih dari itu, arisan menjadi forum silaturahim antara kader dan masyarakat. <br /><br />Sebagai bentuk perubahan sikap dari  tidak adanya jamban sehat dengan mulai membangun dan menyadarkan kepentingan kesehatan individu maupun sekitarnya. Adanya jamban sehat juga merupakan bentuk awal perubahan perilaku masyarakat Trans Handil Sohor untuk tidak buang air besar sembarangan (BABS).<br /><br />PKPU dampingi Kader Berdaya yang berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam menginpirasi masyarakat lain memiliki jamban melalui arisan ini. Kader mulai membangun jamban di rumah sendiri dan mengajak keluarga serta masyarakat untuk memiliki semangat yang sama. <br /><br />Energi positif tersebut secara bertahap mengetuk masyarakat, salah satunya Mbah Minah. Mbah Minah merupakan janda tua yang tinggal seorang diri kurang lebih tiga tahun terakhir, dengan menempati rumah peninggalan suaminya. <br /><br />Sudah sejak lama Mbah Minah menginginkan dapat membuang hajat dengan nyaman.  Namun beliau tidak memiliki cukup tenaga apalagi dana untuk membayar tukang. Alih – alih Mbah Minah harus berjalan kaki ke kebun yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah untuk buang air besar.<br /><br />Begitu mendengar pembentukan arisan jamban, Mbah Minah langsung mendaftarkan diri dan menyerahkan sepenuhnya pembangunan jamban mulai dari desain hingga pengerjaan. Di usianya yang tak lagi muda beliau begitu antusias untuk mengumpulkan hasil kebun yang terjual dan disetor kepada kader. <br /><br />Kader pun begitu semangat bergotong royong  merampungkan jamban yang sehat dan nyaman untuk Mbah Minah.  Dalam kunjungan fasilitator melihat jamban baru beliau, Mbah Minah menyampaikan rasa syukurnya “Karena pengen punya jamban sediri ya mesti usaha mas biar gak terlalu ngerepotin orang lain. Dananya murni dari hasil lahan Mbah sendiri kumpul-kumpul sedikit-sedikit. Alhamdulillah, kader membantu dan sekarang jambannya sudah jadi. “<br /><br />Sekarang Mbah Minah tidak lagi buang air besar sembarangan, jamban beliau mudah diakses serta tertutup. Kader sangat bersyukur dan berharap semakin banyak masyarakat yang berubah bersama mereka. (Mustofa/Yeni/Kotim/PKPU)</p>