Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera merelokasi kantor unsur muspida setempat ke pusat perkantoran di Sebelimbingan, sekitar 15 km sebelah barat dari lokasi kantor yang lama. <p style="text-align: justify;">"Tujuan dari pemindahan kantor unsur muspida agarterhindar dari musibah banjir," kata Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, Senin.<br /><br />Sampai saat ini, lanjut bupati, Kantor Kejaksaan Negeri, Kantor Pengadilan, Markas Komando Distrik Militer (Makodim) dan Kantor Pengadilan Agama serta Mapolres Kotabaru sering kebanjiran.<br /><br />Akibat kenabjiran tersebut, unsur muspida itu sering mengalami kehilangan dan kerusakan berkas-berkas penting.<br /><br />Agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali, perkantoran unsur muspida itu akan ditempatkan di lokasi pusat perkantoran dan permukiman PNS di Sebelimbingan.<br /><br />"Kita akan menyediakan lahan khusus untuk kantor Muspida dalam satu lokasi, agar memudahkan koordinasi antar instansi," terangnya.<br /><br />Jika memungkinkan, bukan hanya lahan, Pemkab juga berkeinginan membantu menyediakan gedung unsur muspida, agar percepatan pemindahan dapat segera terealisasi.<br /><br />Khusus untuk Makolanal, lokasi akan disesuaikan yang dekat dengan perairan.<br /><br />Sedangkan untuk Administrasi Pelabuhan (Adpel), pemerintah daerah akan menyediakan lahan untuk kantor Adpel di komplek Pendaratan Pelelangan Ikan (PPI).<br /><br />"Lokasinya pas dan sangat strategis bagi Adpel, karena dilokasi tersebut tersedia sarana dan prasarana lengkap," imbuhnya.<br /><br />Sementara itu, Sebelimbingan pada jaman penjajahan belanda merupakan pusat kota Kotabaru, dimana di lokasi tersebut juga dibangun rumah sakit jiwa terbesar di Asia.<br /><br />Namun pusat kota itu kini kembali menjadi hutan, yang tersisa hanya puing-puing gedung kota tua dan perkuburan yang tidak terurus.<br /><br />Rencananya, Pemkab Kotabaru akan membangun sekitar 6.000 unit rumah PNS dan membangun komplek perkantoran pemerintah di kota tua itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














