Sebuah kapal bermuatan kelapa sawit yang diperkirakan dari Pamukan Selatan, dan Sampanahan Rabu (22/6) tenggelam di perairan Tanjung Dewa, Kotabaru, Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">Seorang operator speedboat Kotabaru-Kelumpang Utara Farid, Kamis, mengatakan, saat hendak ke Kotabaru ia melihat bangkai kapal yang sudah tenggelam dan terlihat hanya atap kapalnya di perairan Tanjung Dewa.<br /><br />"Kapal yang tenggelam itu mengangkut tandan buah segar (TBS) yang diperkirakan dari Tanjung Smalantakan itu tenggelam kemarin (Rabu)," ujarnya.<br /><br />Ia memperkirakan kelapa sawit tersebut diangkut dari Tanjung Smalantakan untuk dibawa ke daerah Kelumpang Selatan.<br /><br />Namun belum sampai ke lokasi pabrik, kapal yang bermuatan sekitar 15 ton kelapa sawit itu tenggelam di perairan Tanjung Dewa.<br /><br />Farid memperkirakan, kapal tersebut tenggelam akibat gelombang tinggi di perairan Tanjung Dewa.<br /><br />Seorang penumpang speedboat Abdullah, mengaku telah melihat bangkai kapal tenggelam di perairan Tanjung Dewa.<br /><br />"Informasinya kapal yang tenggelam itu bermuatan kelapa sawit," terangnya.<br /><br />Kepala Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru, Jhony K Lintang, melalui Kasubsi Penjagaan dan Penyelamatan H Akhmad Jayadi, mengaku hingga saat ini belum menerima laporan bahwa ada kapal pengangkut kelapa sawit tenggelam.<br /><br />"Sampai hari nini saya belum menerima laporan ada kapal tenggelam, mungkin itu hanya isu saja," terangnya.<br /><br />Menurut Jayadi, petugasnya sangat sigap jika terjadi insiden.<br /><br />Apalagi tidak ada informasi apa-apa dari tim Search And Rescue (SAR), yang biasanya langsung tanggap melakukan pertolongan jika terjadi musibah.<br /><br />Sementara itu, pada Senin (6/6) sekitar pukul 12.00 Wita sebuah kapal penumpang dan barang PM Martasiah B II yang membawa penumpang dari pelabuhan Panjang Kotabaru-Geronggang tenggelam di perairan Tanjung Dewa. <br /><br />Peristiwa tenggelamnya PM Martasiah B II yang diduga disebabkan gelombang besar dan kelebihan muatan itu mengakibatkan 29 penumpang kapal tewas, dan 73 orang selamat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














