Semua kapal melewati alur Sungai Barito disarankan menggunakan jasa pandu, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan bersama. <p style="text-align: justify;">Saran itu dari Ibnu Sina, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Banjarmasin, Jumat, sehubungan peristiwa tabrakan KM Kumala di perairan Barito.<br /><br />Peristiwa tabrakan kapal jenis roro itu dengan kapal tarik (toug boat) Aquito Vigour yang menarik tongkang, di muara alur Sungai Barito atau antara buy 3 – 5, Jumat pagi atau sekitar pukul 06.30 Wita.<br /><br />"Kita belum tahu pasti kejadian itu. Tapi terlepas dari peristiwa tersebut sebaiknya semua kapal yang menggunakan alur Barito pakai jasa pemanduan/pandu," tandas anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan itu.<br /><br />"Memang tak ada aturan yang jelas tentang kewajiban menggunakan jasa pandu bagi setiap kapal yang lewat alur Barito, kecuali untuk kapal-kapal tertentu. Tapi guna menghindari kecelakaan pelayaran, sebaiknya tetap menggunakan jasa pandu," lanjutnya.<br /><br />Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel itu menyatakan, turut prihatian atas tabrakan kapal penumpang KM Kumala dari Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.<br /><br />"Setiap peristiwa pelayaran di alur Barito khususnya, hendaknya menjadi pelajaran bagi nahoda atau perusahaan pelayaran agar tidak sampai terulang kejadian serupa ataupun sejenisnya," saran anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu.<br /><br />"Karena sebelumnya belum hilang dari ingatan kita, peristiwa terbakarnya KM Marina Nusantara di perairan alur Sungai Barito, yang meminta tiga orang korban jiwa (meninggal dunia)," demikian Ibnu Sina.<br /><br />KM Kumala yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur dengan tujuan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin itu membawa ratusan penumpang dan kesemua penumpangnya dapat dievakuasi dengan selamat.<br /><br />Sementara toug boat Aquito Vigour yang menarik tongkang Aquito itu berasal dari daerah hulu Sungai Barito atau Kelanis Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan tujuan Tabonio, pantai selatan Kabupaten Tanah Laut Kalsel.<br /><br />Pihak Administrator Pelabuhan (Adpel) Banjarmasin bersama kepolisian setempat, kini sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya tambrakan KM Kumala dengan kapal tarik Aquito Vigour tersebut.<strong> (phs/Ant)</strong></p>















