Kapasitas Rawat Di RS Kotim Sangat Kurang

oleh

Kapasitas rawat inap pasien di pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sangat kurang jika dibanding dengan kebutuhan ideal sesuai standar kesehatan. <p style="text-align: justify;">"Perbandingannya satu tempat tidur per 1.000 penduduk. Jika penduduk Kotim sekitar 500.000 maka seharusnya ada 500 tempat tidur pasien, sementara sekarang di rumah sakit milik pemerintah dan swasta serta puskesmas, baru ada sekitar 250 lebih tempat tidur," kata Wakil Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yudha Herlambang di Sampit, Jumat.<br /><br />Melihat kondisi itu, katanya di depan rombongan Komisi C DPRD Provinsi Kalteng, potensi pembangunan rumah sakit di Kotim masih cukup besar. Tidak heran jika sudah ada investor swasta yang mulai melirik peluang membangun rumah sakit di daerah ini.<br /><br />Kendala terbesar dalam pengembangan pusat layanan kesehatan, khususnya rumah sakit adalah sarana. Untuk penyediaan sarana dan prasarana, tentunya membutuhkan anggaran yang sangat besar.<br /><br />"Rumah sakit itu beda dengan SKPD (instansi) lain. Dana Rp 1 miliar itu kadang tidak cukup hanya untuk membeli alat kesehatan. Selain alat, kami juga harus menyiapkan biaya untuk pengadaan pasokan listriknya dan tenaganya. Apalagi kalau mengejar akreditasi maka cost-nya sangat tinggi," jelas Yudha.<br /><br />Yudha menambahkan, diperkirakan dibutuhkan dana antara Rp300-Rp400 miliar untuk pembangunan rumah sakit. Besarnya dana yang dibutuhkan itu tentu membuat pengembangan rumah sakit hanya bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.<br /><br />Pihaknya bersyukur tahun ini pemerintah pusat mengucurkan bantuan sebesar Rp 18 miliar. Bantuan dari pemerintah kabupaten juga mengalir secara bertahap untuk membantu membeli perlengkapan peralatan kesehatan. Bantuan juga sangat diharapkan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.<br /><br />Sementara untuk mengurangi over kapasitas yang sering terjadi di RSUD dr Murjani Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotim kini memulai pembangunan tiga rumah sakit yakni di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Parenggean Kecamatan Parenggean dan Sebabi Kecamatan Telawang.<br /><br />Tiga rumah sakit pratama itu untuk memudahkan masyarakat di wilayah selatan, utara dan barat untuk mengakses layanan kesehatan sehingga tidak perlu lagi menempuh perjalanan berjam-jam menuju RSUD dr Murjani Sampit. Pembangunan tiga rumah sakit ini didukung pemerintah pusat dan patungan dana dengan pemerintah daerah. (das/ant)</p>