Kapolda Ancam Anggotanya PTDH Terlibat Narkotika

oleh

Anggota polisi wilayah Kepolisian Daerah Kalsel, apabila menjalani sidang disiplin terkait penyalahgunaan narkotika maka selanjutnya akan dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). <p style="text-align: justify;">Kepala Kepolisian Daerah Kalsel, Brigjend Pol Taufik Ansorie di Banjarmasin, Senin mengatakan, anggota polisi tidak boleh bersentuhan dengan narkotika apalagi sampai menggunakan.<br /><br />Apabila ada anggota polisi di wilayah Kalsel yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika maka akan ditindak tegas dan diproses untuk menjalani sidang disiplin.<br /><br />Namun apabila yang bersangkutan sudah dua kali menjalani sidang disiplin maka tidak ada kata lain, buat oknum tersebut harus dilakukan sidang kode etik yang bisa berakhir dengan PTDH.<br /><br />"Masih banyak yang ingin jadi polisi, kalau anggota tersebut tidak bisa kita atur ya sudah kita pecat aja karena bila dipertahankan nantinya bisa merusak citra kepolisian," ucapnya dengan tegas.<br /><br />Taufik terus mengatakan, untuk mengantisipasi adanya keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkotika, maka setiap Polres akan dilakukan pemeriksaan tes urine.<br /><br />Dengan adanya tes tersebut, maka bisa terdeteksi, anggota-anggota yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan tes tersebut sifatnya mendadak tanpa diketahui oleh para anggota yang ada di Polres-Polres.<br /><br />"Tunggu saja semua Polres akan kita lakukan pemeriksaan, ini saya lakukan agar interen di Kepolisian Kalsel bebas dari penyalahgunaan narkotika, apabila ada yang terlibat maka akan ditindak tegas," tutur pria yang baru saja menjabat sebagai Kapolda Kalsel itu.<br /><br />Sementara itu, orang nomor satu di Kepolisian Kalsel itu terus menerangkan, pada acara pertama tes urine itu dilakukan di Polda Kalsel dan ada salah satu perwira yang tes urinenya dinyatakan positif diduga terindikasi penyalahgunaan narkotika.<br /><br />"Yang jelas sekali lagi saya katakan, dua kali menjalani sidang disiplin terkait narkotika maka langsung kita lakukan PTDH dalam sidang komisi kode etik," ucapnya usai berkunjung ke Polresta Banjarmasin.<br /><br />Program tes urine anggota polisi itu, baru dua satuan diantaranya Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin, selanjutnya ke Polres-Polres luar kota, namun waktu dan harinya tidak tentukan karena bersifat mendadak, agar tidak diketahui para anggota, demikian Taufik Ansorie. <strong>(phs/Ant)</strong></p>