Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Unggung Cahyono mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan provokasi atau ancaman aksi yang bisa merusak kerukunan masyarakat setempat. <p style="text-align: justify;">"Tolong jangan ada provokasi. Itu permintaan kami (Polda)," kata Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono di Pontianak, Kamis.<br /><br />Kapolda mengatakan, masyarakat harus dapat menahan diri untuk tidak terprovokasi atau memprovokasi pihak lain karena masyarakat ingin agar Kalbar tetap aman dan damai.<br /><br />Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda berkaitan dengan unjuk rasa ratusan pemuda Dayak ke Markas Polda di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.<br /><br />Saat ini, Kapolda Unggung Cahyono dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen (TNI) E Hudawi Lubis sedang berada di lapangan untuk memantau langsung situasi keamanan dalam Kota Pontianak dan menuju Rumah Betang Panjang, yang merupakan rumah adat Dayak, di Jalan Sutoyo untuk mengadakan rapat tertutup dengan sejumlah pihak di sana.<br /><br />Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar, saat berunjuk rasa di markas Polda, Pemuda Dayak meminta agar FPI dibubarkan. "Kapolda diwakili Irwasda Komisaris Besar Polisi Sudargo menyatakan berjanji akan menampung aspirasi tersebut. Itu untuk pemerintah pusat, karena kita tidak bisa membubarkan ormas itu," katanya.<br /><br />Saat ini massa pemuda Dayak sudah kembali ke Rumah Betang Panjang. Mereka akan mengadakan upacara adat "tidak melakukan penyerangan dan tidak diserang".<br /><br />Sementara itu, Polda Kalbar sudah menurunkan sebanyak 100 anggota Brigade Mobil dan 100 anggota Sabhara untuk menjaga titik-titik rawan pengumpulan massa. Polda juga melakukan penyekatan atau upaya mengurai massa agar tidak terjadi pengumpulan massa.<br /><br />Unjuk rasa para pemuda Dayak tersebut terkait dengan peristiwa penurunan spanduk yang bertuliskan penolakan FPI yang tertampang di asrama Pangsuma di Jalan Wahid Hasyim Kota Pontianak, Rabu (14/3) siang.<br /><br />Keributan itu sebetulnya sudah dimediasi aparat kepolisian dengan dilakukan dialog antartokoh masyarakat, perwakilan pemuda Dayak dan FPI di markas Polresta Pontianak pada malam harinya.<br /><br />Sementara itu, sejumlah warga Kota Pontianak menginginkan agar kota tersebut tetap damai. Harapan atau keinginan tersebut disampaikan melalui jejaring sosial. Mereka saling mengingatkan agar warga tidak terprovokasi dengan isu SARA.<br /><br />Seorang warga, Rendra Oktora menuliskan pesan "Ayo bikin Pontianak damai, dan berhenti meributkan hal yang tidak jelas. Ayo bikin Kalbar damai." Pernyataan tersebut diamini sejumlah temannya.<br /><br />Seorang warga lainnya, Eka, mengharapkan agar di kota "tercinta" ini tidak terjadi hal-hal yang merugikan semua pihak. Juga ada yang mengharapkan agar tidak ada pertikaian, Pontianak tetap aman dan damai. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















