Kapolres : Bangun Komunikasi Untuk Selesaikan Masalah

oleh

Kapolres Sintang AKBP Firly R Samosir menyatakan masyarakat untuk tidak segan-segan untuk bertanya ataupun meminta informasi kepada pihak kepolisian terhadap kasus-kasus yang tengah ditangani oleh Polisi. <p style="text-align: justify;">Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres, terkait dengan insiden yang terjadi antara masyarakat dengan pihak kepolisian yang belum lama ini terjadi di jajaran Kepolisian Kalimantan Barat, khususnya di wilayah Ketapang.<br /><br />“Intinya adalah pada masalah komunikasi antara polisi dengan masyarakat,” kata Kapolres Sintang pada kalimantan-news.com, Rabu (26/10/2011).<br /><br />Menurutnya, segala sesuatu itu pasti memiliki latar belakang permasalahan yang semestinya ditindak lanjuti sejauh mana perkembangan terhadap suatu kasus yang harus disampaikan kepada masyarakat.<br /><br />“Saya mengingatkan, segala sesuatu permasalahan itu kita laksanakan secara prosedur, mulai dari tingkat penyidikan dan sebagainya yang oleh masyarakat harus diberikan penjelasannya. Artinya disini, masyarakat dapat datang ke kita dan meminta penjelasannya,” jelas Firly.<br /><br />Selama dirinya yang tepat hari ini (26/10/2011) dua tahun menjabat Kapolres Sintang, diakui tetap mengedepankan fungsi komunikasi atau dialog dengan lapisan masyarakat guna meminimalisir dampak suatu permasalahan yang melibatkan masyarakat dengan pihak kepolisian.<br /><br />“Disintang saya merasakan hal tersebut sangat bagus, dan komperatif untuk semua masyarakatnya.  Sesuai yang saya dengar berdasarkan laporan dari berbagai Kapolsek terhadap penanganan tindak pidana atau permasalahan lainnya, penilaian saya selama ini ada komunikasi sangat baik yang terjadi, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dan berdampak dapat menimbulkan kerugian berbagai pihak tidak sampai terjadi berlarut-larut,” ungkapnya.<br /><br />Dalam hal ini, lanjut Firly yang dalam waktu dekat akan segera meng-estafet tongkat komando kepemimpinan, kuncinya adalah polisi harus fokus pada permasalahan yang harus diselesaikan sehingga tidak melahirkan permasalahan yang baru.<br /><br />“Kepolisian akan tetap melakukan fokus permasalahan, bukan menjadikan sesuatu masalah tersebut bias,” tandasnya.<br /><br />Namun demikian pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk juga dapat menghormati  serta memahami suatu proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Polisi.<br /><br />“Kita meminta hal tersebut, karena terkadang ada masyarakat yang mengira kita tidak serius dalam menangani suatu permasalahan. Padahal yang namanya proses itu memerlukan waktu tergantung tingkat permasalahan yang dihadapi. Nah disinilah kita membutuhkan suatu proses kerjasama dengan masyarakat itu,” jelasnya lagi.<br /><br />Dalam melakukan proses terhadap kasus, lanjut Kapolres, pihak kepolisian akan bekerja sesuai dengan prosedural yang sudah ditetapkan. Pihak kepolisian tentunya tidak serta merta melakukan penangkapan ataupun penahanan kalau tidak memiliki barang bukti ataupun keterangan ahli saksi serta fakta dari suatu kasus.<br /><br />“Bila ada kasus yang terjadi di masyarakat, itu merupakan PR pihak kepolisian. Untuk menyelesaikan PR tersebut, mari saya ajak masyarakat untuk bekerjasama membangun suatu komunikasi. Hanya dengan komunikasi maka permasalahan dapat diselesaikan yang pada akhirnya melegakan semua pihak,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>