Kapolres Mura:Jangan Terprovokasi SMS Isu Penculikan

oleh

Kapolres Murung Raya, Kalimantan Tengah AKBP Yus Fadilah meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi isu penculikan melalui pesan pendek melalui telepon genggam atau SMS oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang membuat warga resah. <p style="text-align: justify;"><br />"Saya minta warga jangan terpancing terhadap isu penculikan yang tidak benar dan menyesatkan itu," kata AKBP Yus Fadilah di Puruk Cahu, Selasa.<br /><br />Menurut Yus Fadilah, isu penculikan itu sengaja disebarkan orang yang tidak bertanggung jawab sehingga meresahkan masyarakat di kabupaten paling utara Kalteng yang selama ini hidup secara tenteram dan kondusif.<br /><br />Untuk mengatasi keresahan warga, kata dia, pihak kepolisian sektor (polsek) di sejumlah kecamatan telah diminta melakukan kegiatan patroli dan menyuluhan terhadap masyarakat di wilayah hukumnya masing-masing.<br /><br />"Masyarakat tetap diminta waspada dan menggalakkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) ditempat tinggal masing-masing, kalau menemukan orang yang tidak dikenal yang mencurigakan segera melaporkan ke polisi setempat," katanya didampingi Kasat Reskrim, AKP Alfian Nurnas.<br /><br />Kapolres Murung Raya mengajak masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, sehinggga jangan sampai terpengaruh isu penculikan tersebut yang nantinya berdampak pada perekonomian warga itu sendiri.<br /><br />"Bekerjalah seperti biasa, namun kami minta warga tetap mewaspadai kalau terjadi provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.<br /><br />Kepala desa terima Sementara Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh isu penculikan yang sengaja disebarkan ke wilayah terpencil diantaranya SMS itu diterima sejumlah kepala desa pada beberapa desa pedalaman.<br /><br />Pesan pendek itu mengatasnamakan Bupati Murung Raya, Willy M Yoseph, dikirim oleh orang yang tidak dikenal dengan nomor telepon genggam 081349354545 yang isinya penculik dengan ciri-ciri tubuh bertato di seluruh tubuh akan mencari organ tubuh manusia di bawah usia 35 tahun sebanyak 400 orang.<br /><br />Dalam SMS itu juga disebutkan para pelaku menggunakan kendaraan bermotor yakni satu unit mobil dan tiga motor yang semuanya menggunakan nomor polisi luar Pulau Kalimantan.<br /><br />"Saya hampir setiap waktu menerima SMS dari kepala desa (kades) yang bertanya langsung kebenaran isi pesan pendek terkait isu penculikan itu," katanya.<br /><br />Sejumlah aparatur desa yang mendapat pesan pendek itu diantaranya Kepala Desa Dirung Lingkin Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kades Bahitom Kecamatan Murung, Kades Konut Kecamatan Tanah Siang Selatan.<br /><br />Selain itu, Kades Batu Tuhup, Batu Bua dan Muara Laung Kecamatan Laung Tuhup serta Sekretaris Desa Sungai Batang Kecamatan Permata Intan.<br /><br />Salah satu kades yakni Kepala Desa Batu Tuhup Kecamatan Laung Tuhup, Nordin Anwar, setelah mendapat SMS tersebut langsung membalas pesan dengan menanyakan dari siapa, pemilik nomor telepon genggam membalas "Kalau ingin kenal aku, datang aja ke Hotel Meliza Puruk Cahu" kata orang itu melalui SMS.<br /><br />Namun setelah beberapa waktu kemudian nomor telepon itu tidak aktif lagi.<br /><br />"Kami minta warga jangan terpengaruh SMS yang tidak bertanggung jawab itu dan tetap menjalankan kegiatan seperti biasa," kata Nuryakin.<br /><br />Akibat beredar secara luas dan berantai isu penculikan melalui SMS di masyarakat pedalaman itu banyak warga yang takut keluar rumah untuk beraktivitas terutama yang tinggal di sekitar hutan.<br /><br />"Saya dan warga lainnya sudah sepekan ini tidak berani menyadap karet di kebun sekitar hutan yang jauh dari pemukiman, akibat isu penculikan yang mengambil organ tubuh khususnya jantung manusia itu," kata warga Desa Konut Kecamatan Tanah Siang, Jaya.<br /><br />Bahkan pesan pendek juga tidak saja diterima warga di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito itu, namun sejumlah warga di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara juga mendapat kiriman yang sama terkait isu penculikan tersebut.<br /><br />Beredarnya isu penculikan melalui SMS ini perlu mendapat perhatian pihak kepolisian guna mencegah terjadi tindakan anarkis akibat provokasi orang tidak bertanggung jawab terhadap warga seperti peristiwa tiga pedagang keliling tewas dihakimi massa karena dituduh sebagai penculik pada awal Maret 2011 di Desa Lombak dan Desa Engklap, Kabupaten Sanggau pedalaman Kalimantan Barat. <strong>(das/ant)</strong></p>