Kapolresta Pontianak : Dua Kelompok Demo Pada Kamis

oleh
oleh

Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak Komisaris Besar (Pol) Muharrom Riyadi menyatakan, Kamis (29/3) sudah ada dua kelompok yang menyampaikan permohonan izin untuk melakukan demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Kedua kelompok tersebut, yakni dari Front Perjuangan Rakyat Kalimantan Barat (FPR-Kalbar) sekitar 50 orang dan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia KAMMI sekitar seratus orang," kata Muharrom Riyadi di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, dari permohonan izin akan melakukan demo tersebut, kedua kelompok akan berorasi di Tugu Digulis Untan Pontianak, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Gedung DPRD Kalbar di Jalan Ahmad Yani Pontianak.<br /><br />"Kami mengimbau para pendemo tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti anarkis, sampaikan pendapat dengan santun agar tidak mengganggu ketertiban umum," kata Muharrom.<br /><br />Kapolresta menyatakan, pihaknya telah menempatkan lima personel polisi guna menjaga keamanan dan ketertiban di setiap SPBU yang ada di Pontianak.<br /><br />Kehadiran petugas polisi di lapangan paling tidak untuk mengatur lalu lintas sebagai antisipasi melonjaknya permintaan BBM menjelang pengumuman pemerintah terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi, katanya.<br /><br />"Selain itu, kami juga menjaga dan menertibkan setiap unjuk rasa yang ada di Kota Pontianak terkait penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi," ujarnya.<br /><br />Polresta Pontianak mengerahkan sebanyak 1.000 personelnya dalam rangka mengamankan demo terkait penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan BBM bersubsidi pada April 2012.<br /><br />Data Pertamina Kalbar, untuk kebutuhan rata-rata untuk premium di provinsi itu sekitar 1.374 kilo liter per hari. Sedangkan solar baik subsidi maupun non subsidi sebanyak 1.921 kilo liter per hari.<br /><br />Sementara itu, jumlah SPBU di provinsi itu sekitar 81 unit dan 21 unit SPBU diantaranya berada di Kota Pontianak.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, antrean dengan panjang sekitar 100 meter mewarnai sejumlah SPBU yang ada di Kota Pontianak, baik oleh kendaraan roda empat dan dua.<br /><br />Sebelumnya, Koordinator FPR-Kalbar Ali Nafia menyatakan, pihaknya akan melakukan demo secara besar-besaran guna menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada Kamis (29/3).<br /><br />"Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat Kalbar untuk turun ke jalan guna menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi," katanya.<br /><br />Ali Menjelaskan, demo tersebut pada dasarnya menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, meminta pemerintah mencabut UU Migas No. 22/2001 dan UU Penanaman Modal No. 25/2007 karena dinilai mengabdi pada imperialis, dan menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok, menaikkan upah buruh dan lain-lain. <strong>(phs/Ant)</strong></p>