Kapuas Hulu, Kaji Liburkan Sekolah Karena Kabut Asap

oleh

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, melakukan kajian dengan menyiapkan opsi untuk meliburkan sekolah jika kabut asap semakin tebal dalam beberapa hari ke depannya. <p style="text-align: justify;">"Kalau kabut asap semakin tebal dan sudah mengganggu kesehatan, kami akan meliburkan aktivitas belajar siswa mulai dari TK hingga SMP/sederajat. Rencana diliburkannya sekolah-sekolah itu pun sudah dikonsultasikan dengan pak sekda," kata Kadisdikpora Kapuas Hulu Petrus Kusnadi saat dihubungi di Putussibau, Selasa.<br /><br />Kusnadi menjelaskan, pihaknya sudah mengkoordinasikan ke seluruh sekolah melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang ada, supaya menginformasikan perkembangan terbaru terkait kondisi siswa dan lingkungan sekitarnya.<br /><br />"Kami sudah minta laporan kepada mereka semua. Kita setiap saat pantau juga kondisi siswa, apakah ada yang terganggu atau tidak dampak dari semakin tebalnya kabut asap, akibat terbakarnya hutan dan lahan," ungkapnya.<br /><br />Menurut dia, sebelumnya ada laporan dari salah satu SMA di Tepuai, yakni ada seorang siswa yang terserang sesak nafas, tetapi penyebabnya belum bisa dipastikan karena kabut asap atau bukan.<br /><br />"Apakah itu karena asap atau penyakit bawaan, sehingga kami masih menunggu konfirmasi dari pihak sekolah yang bersangkutan," ujarnya Kusnadi.<br /><br />Kusnadi mengimbau kepada seluruh sekolah di Kapuas Hulu supaya mengurangi kegiatan siswa di luar ruangan dalam menekan seminimal mungkin dampak kabut asap bagi kesehatan siswa.<br /><br />"Kami juga sudah meminta sekolah-sekolah agar memadatkan jam belajar dari pagi sampai jam 11.00 WIB saja. Terkait kegiatan luar ruangan juga sudah diinstruksikan kepada kepala sekolah agar sementara waktu tidak dilakukan," ujarnya. (das/ant)</p>