Karantina Amankan 200 Kilogram Kacang Penutup Gulma

oleh

Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengamankan sebanyak 200 kilogram bibit kacang-kacangan penutup gulma ilegal asal Malaysia milik perusahaan pengembangan sawit, PT Mex BD. <p style="text-align: justify;"><br />"Bibit kacang-kacangan yang biasa digunakan oleh perusahaan sawit dalam mengolah kebunnya itu dikirim dari Medan tujuan Pontianak," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Azmal AZ, Jumat (25/03/2011).<br /><br />Azmal menjelaskan, 200 kilogram bibit kacang-kacangan itu dipaketkan dalam empat karung masing-masing seberat 50 kilogram menggunakan jasa pengiriman angkutan udara.<br /><br />"Petugas kami di Bandar Udara Supadio yang mengendus barang ilegal itu langsung mengamankan," ujarnya.<br /><br />Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak diamankannya bibit kacang-kacangan tersebut karena dikhawatirkan bisa membawa hama tumbuh-tumbuhan pada sawit atau karet.<br /><br />"Lebih baik mencegah daripada terlambat sehingga berdampak pada budidaya sawit di Kalbar," ujarnya.<br /><br />Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Surat Keputusan Gubernur Kalbar No 259/2005, memberlakukan larangan sementara secara selektif masuknya ternak dan tumbuhan dari luar dari luar wilayah Kalbar.<br /><br />Surat Keputusan yang masih berlaku sampai sekarang itu menjadi bagian dari langkah pengendalian penyebaran virus Avian Influenza serta hewan pembawa virus lainnya di provinsi itu.<br /><br />Bagi siapa saja yang membawa unggas secara ilegal dapat diancam dengan Undang-undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan, dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 150 juta, kata Azmal.<br /><br />Pihak Karantina Hewan Kelas I Pontianak, hingga kini masih belum memberikan sanksi badan kepada orang yang kedapatan membawa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang dilarang. <strong>(phs/Ant)</strong></p>