Karantina Pontianak Musnahkan Anak Ayam Selundupan

oleh
oleh

Stasiun Karantina Hewan Kelas I Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (17/02/2011), memusnahkan 549 ekor anak ayam yang diselundupkan dari Malaysia. <p style="text-align: justify;"><br />"Pemusnahan ratusan ekor anak ayam asal Malaysia itu karena masuk tanpa didukung dokumen dan mencegah masuknya virus flu burung," kata kata Kepala Stasiun Karantina Hewan Kelas I Pontianak Azmal AZ di Pontianak. <br /><br />Ia menjelaskan, terungkapnya penyelundupan anak ayam asal Malaysia berdasarkan informasi dari Asosiasi Agrobisnis Perunggasan Kalimantan Barat. <br /><br />"Berbekal informasi tersebut, lalu kami melakukan pengintaian di luar Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Ternyata benar ada lima peti berisi anak ayam berumur sepuluh hari asal Malaysia yang hendak dimasukkan ke Kota Pontianak," ujarnya. <br /><br />Stasiun Karantina Hewan Kelas I Pontianak telah mengamankan M Sood Amin pemilik anak ayam tersebut untuk diproses hukum lebih lanjut, katanya. <br /><br />Selain memusnahkan anak ayam selundupan, Karantina Pontianak juga memusnahkan 17 ekor ayam dari Jawa Timur, enam ekor burung merpati asal Jawa Tengah, satu ekor burung ciblek, dan satu ekor burung perkutut asal Jakarta, yang dibawa ke Kalbar melalui angkutan laut menggunakan jasa Kapal Motor Bukit Raya, Dharma Kencana dan Marisa Nusantara yang diamankan sepanjang Pebruari 2011. <br /><br />Azmal menyatakan, pihaknya akan meningkatkan lagi pengawasan keluar masuknya hewan dan tumbuh-tumbuhan melalui enam pelabuhan resmi di Kalbar, yakni Bandara Supadio Pontianak, Kantor Pos dan empat pelabuhan laut. <br /><br />Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Surat Keputusan Gubernur Kalbar No 259/2005, memberlakukan larangan sementara secara selektif masuknya ternak dari luar wilayah Kalbar. SK yang masih berlaku sampai sekarang itu menjadi bagian dari langkah pengendalian penyebaran virus AI di provinsi itu. <br /><br />Pembawa unggas secara ilegal dapat diancam dengan Undang-undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan, dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp150 juta, kata Azmal. <br /><br />Pihak Karantina Hewan Kelas I Pontianak, hingga kini masih belum memberikan sanksi badan kepada orang yang kedapatan membawa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang dilarang. <br /><br />"Dengan terungkapnya penyelundupan anak ayam dari PPLB Entikong, kami kini meningkatkan lagi koordinasi dan pengawasan dengan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Entikong agar hewan dan tumbuh-tumbuhan ilegal tidak bisa masuk ke Kalbar," kata Azmal. <br /><br />Sementara itu, Ketua I Asosiasi Agrobisnis Perunggasan Kalbar Suryatman meminta, aparat penegak hukum memproses pemilik anak ayam selundupan itu guna memberikan efek jera. <br /><br />"Kalau pemiliknya tidak diproses, ke depan kasus serupa bisa bertambah banyak lagi. Kami mencurigai banyak anak ayam selundupan yang beredar di Kota Singkawang, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>