Karyawan Café Karoke Di Putussibau Cek Kesehatan

oleh

Kurang lebih 60 orang wanita yang bekerja di café karoke yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya yaitu Café Do’I, Café Bangkong, Café GB, dan Café Boungenville,pada Senin (24/10/2011) diperiksa kesehatannya terutama kemungkinan adanya penyakit menular seperti HIV-AIDS. <p style="text-align: justify;">Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Rudi Ansari, M.Kes  Bagian Program HIV- AIDS Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, didampingi oleh 2 orang dari Rumah Sakit Umum Daerah Diponegoro, 2 orang petugas dari Puskesmas Putussibau Utara dan Putussiabu Selatan, dan 1 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu serta 13 orang personil dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu. <br /><br />Kepada kalimantan-news.com Rudi Ansari, M.Kes mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk mengatahui secara dini kemungkinan adanya penulara penyakit HIV-AIDS pada masing-masing karyawan yang bekerja ditempat-tempat hiburan malam, dan dijelaskannya bahwa tes kesehatan untuk tempat-tempat hiburan merupaka agenda Dinas Kesehatan yang dilakukan setahun sekali. <br /><br />“Ini adalah agenda Tahunan Kita, agar Kita mengetahui secara dini, kemungkinan adanya peyakit HIV-AIDS,” jelasnya. <br /><br />Lebih lanjut dipaparkannya bahwa untuk hasil dari tes kesehatan tersebut belum bisa langsung diketahui, sebab selain harus di anlisa sebanyak 3 kali harus juga dikonfirmasi ulang ke pihak Provinsi agar dalam penetuan postif atau tidanya pasien tidak ada keraguan dalam artian kata Rudi jika memang ditemukan benar-benar positif. <br /><br />“Untuk saat ini Kita masih sifatnya menduga, meskipun pada akhirnya diketahui hasilnya positif masti dikonfirmasi agi ke Provinsi, sehingga jika memang ada yang positif benar-benar dinyatakan positif,jadi belum bisa Kita ketahui berapa banyak orang yang mengendap penyakit menular tersebut,” pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>