Kasus DBD Di Banjarmasin Cenderung Menurun

oleh

Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aides aigepty di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan kini cenderung menurun. <p style="text-align: justify;">Pada Juli 2011 tercatat 63 kasus DBD dan Agustus hanya 16 kasus DBD di seluruh wilayah Kota Banjarmasin, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Drg Diah RP kepada ANTARA, Selasa.<br /><br />Meski jumlah penderita penyakit DBD berkurang namun masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.<br /><br />Penyakit DBD tersebut hingga kini tetap dirasakan masyarakat Kalsel karena wilayah Banjarmasin termasuk daerah lembab dan berair sehingga membuat nyamuk tersebut nyaman untuk bertelur dan berkembang biak.<br /><br />Untuk mengatasi masalah DBD, Pemerintah Kota setempat melalui Dinas Kesehatan telah melakukan penanggulangan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit DBD ini.<br /><br />Penyuluhan yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan ini dengan cara memperkenalkan 3M yaitu Menguras bak mandi, Menutup tempat penyimpanan air, dan Mengubur kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air.<br /><br />Bukan itu saja Dinas Kesehatan Banjarmasin juga akan siap memberikan pelayanan pengasapan kepada daerah yang ada positif terkena penyakit DBD.<br /><br />Sesuai prosedur tetap yang ditentukan Kementerian Kesehatan pengasapan dilakukan 100 m persegi di sekitar rumah penderita penyakit DBD dan daerah tempat tinggal penderita.<br /><br />Orang yang rentan terkena penyakit DBD ini adalah usia sekolah antara 5-12 tahun, dikarenakan usai tersebut belum mempunyai imun atau kekebalan tubuh yang kuat, demikian Diah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>