Kasus DBD Di Melawi Meningkat

oleh

Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat meningkat tajam sejak datangnya musim hujan, tercatat hingga minggu ke tiga November sudah ada 68 kasus yang dilaporkan ke dinas kesehatan setempat. <p style="text-align: justify;">"Kasus DBD di Melawi mengalami ‘trend’ peningkatan sejak awal November 2015, bahkan seorang anak SD meninggal dunia diduga terserang DBD," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Melawi, Arif Santoso saat dihubungi di Nanga Pinoh, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, mulai munculnya kasus DBD ini sejak bulan September, namun peningkatan terjadi pada November ini, terutama sejak turunnya musim hujan.<br /><br />Dari sebanyak 68 kasus DBD yang terjadi hingga November 2015, sebanyak 53 kasus terjadi di dalam Kota Nanga Pinoh. Bahkan pada Senin lalu dilaporkan ada pelajar SD bernama Pratiwi Wahyuningsih yang baru berusia sembilan tahun meninggal diduga karena DBD.<br /><br />Menurut dia, sebagian besar korban DBD memang dialami oleh anak-anak, rata-rata anak usia TK dan SD. Penyebaran DBD melalui gigitan nyamuk ini sendiri banyak terjadi di lingkungan rumah tempat tinggal serta sekolah.<br /><br />"Kami sudah melakukan pengasapan ke sejumlah sekolah-sekolah dalam memberantas nyamuk dewasa penyebab DBD," ungkapnya.<br /><br />Ia mengimbau, kepada masyarakat Nanga Pinoh agar kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan langkah 3M plus, yakni mengubur, menguras dan membersihkan sampah, serta menabur bubuk abate di dalam tong air atau tempat genangan air.<br /><br />"Untuk abate kami sudah menyiapkan di setiap puskesmas secara gratis," kata dia.<br /><br />Ia meminta masyarakat juga membiasakan mengoleskan lotion anti nyamuk dan minyak serai kepada anak-anak mereka agar terhindar dari gigitan nyamuk baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. (das/ant)</p>