Kasus DBD Di Sintang Dikhawatirkan Sudah Endemik

oleh
oleh

Dinas Kesehatan Sintang Kalimantan Barat mengaku khawatir kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut akan menjadi penyakit endemik. <p style="text-align: justify;">Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Darmadi, di Sintang, Kamis, mengatakan, DBD pada September tidak ada peningkatan yang drastis.<br /><br />"Grafik-nya sudah tidak lagi naik tapi menunjukkan statis," katanya.<br /><br />Meski tidak lagi mengalami peningkatan yang mencolok namun Darmadi mengkhawatirkan kasus DBD akan menjadi penyakit endemik yang setiap bulannya terdapat temuan kasus.<br /><br />"Meski tidak mengalami lonjakan kasus, tapi dikhawatirkan DBD menjadi endemik jika masyarakat tidak bergerak melakukan pembersihan sarang nyamuk," ujarnya.<br /><br />Dia mengatakan, sampai Rabu (10/9), jumlah kasus DBD telah mencapai 140 kasus.<br /><br />Jumlah kasus DBD yang meninggal dunia jika versi Dinas Kesehatan yaitu empat orang. Tapi jika versi RSUD Sintang mencapai delapan orang.<br /><br />Dia mengatakan, perbedaan data jumlah kasus DBD yang meninggal dunia ini disebabkan karena ada empat kasus yang tidak didiagnosa dari awal namun setelah meninggal dunia dibilang DBD.<br /><br />Sementara empat kasus yang meninggal dunia itu memang dari awalnya telah didiagnosa dan positif DBD kemudian tidak tertolong. Kalau empat kasus lainnya yang tidak didiagnosa dari awal namun setelah meninggal dibilang DBD tidak kami masukan ke dalam data," katanya lagi.<br /><br />Darmadi menyatakan untuk terus menekan kasus DBD di Sintang, Dinas Kesehatan terus melaksanakan fogging, abatesasi dan pemberantasan sarang nyamuk di tempat-tempat yang ditemukan kasus.<br /><br />"Setiap dilaksanakan fogging, kami meminta petugas juga melakukan abatesasi dan pemberantasan sarang nyamuk," ungkapnya.<br /><br />Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang cukup kesulitan untuk mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk.<br /><br />Gimana mau penyuluhan. Mengumpulkan masyarakat saja susahnya luar biasa. Kemungkinan kami hanya sosialisasi melalui ambulans keliling," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>