Kasus DBD di Sintang Kembali Mengancam, Dewan Minta Dinkes Bertindak

oleh

Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang sejumlah anak-anak di Kabupaten Sintang baru-baru ini. Hal itu kemudian mendapat tanggapan serius dari anggota Komisi C DPRD Sintang, K Daniel Banai. <p style="text-align: justify;">Menurut wakil rakyat ini, dinas terkait dapat segera melakukan penanganan secara serius, agar kasus DBD ini dapat ditangani dengan cepat, sehingga tidak menyebar atau meluas ke wilayah lainnya, pinta Daniel.<br /><br />Untuk pengobatan terhadap penderita DBD juga, Daniel mengharapkan agar cepat dilakukan,  tujuannya tentu saja agar pasien dapat tertolong dan segera membaik. Begitu juga dengan pasien yang memang kurang mampu dengan keterangan dari kepala desa atau ketua rukun tetangga (RT) setempat, agar mendapatkan kebijakan dari pihak Dinkes atau rumah sakit, harap mantan pegawai Dinas Kesehatan ini.<br /> <br />Hasil pantauan media ini di RSUD Ade M Djoen Sintang, terdapat sejumlah anak-anak terkena kasus penyakit DBD ini.<br /><br />Salah satu orang tua pasien DBD yang enggan namanya di publikasikan mengatakan, sebelumnya dirinya bersama istrinya membawa anaknya ke RS Pratama Sintang untuk dilakukan cek darah karena anaknya deman.<br /><br />“Awalnya saya bawa anak saya ke RS Pratama untuk dilakukan cek darah, karena badan anak saya terasa panas, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata anak saya terkena penyakit DBD, melihat hasil lab menyatakan anak saya terkena DBD dari RS Pratama merujuk anak kami ke RSUD Ade M Djoen Sintang”, jelasnya.<br /><br />Terkait dengan meningkatnya kasus penyakit DBD akhir-akhir ini, saat media ini ingin mengkonfirmasi langsung ke Kadinkes Sintang, yang bersangkutan Hp nya tidak aktif. (KN)</p>