Kasus Gula Ilegal Menonjol Saat Operasi Patas

oleh

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar menyatakan kasus gula pasir ilegal asal Malaysia paling menonjol selama Operasi Perbatasan Kapuas dari 16 – 30 Oktober 2012. <p style="text-align: justify;">"Dari selama 14 hari melakukan Operasi Patas Kapuas 2012, tercatat untuk kasus penyelundupan gula pasir ilegal sebanyak 13 kasus dan diamankan 13 tersangka dengan jumlah barang bukti 39 ton gula pasir asal Malaysia, terbanyak di Polres Bengkayang," kata Mukson Munandar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Kemudian, disusul pengungkapan kasus penyelundupan daging ilegal asal Malaysia, sebanyak tiga kasus dan telah diamankan tiga tersangka, dengan barang bukti 7.950 kilogram, yang ketiga kasusnya di Kabupaten Sanggau.<br /><br />"Kini semua tersangka sedang menjalani proses hukum di masing-masing Polres yang mengungkap kasus tersebut," ujar Mukson.<br /><br />Operasi Patas Kapuas 2012, digelar di lima Polres dan Kepolisian Sektor yang berada di kawasan perbatasan, yakni Polres Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Polres Kapuas Hulu, sementara Polres lainnya melakukan operasi imbangan.<br /><br />"Tujuan digelarnya operasi tersebut guna mencegah dan menekan praktek perdagangan liar antar kedua negara, Indonesia (Kalbar) – Malaysia," ungkapnya.<br /><br />Sasaran Operasi Patas Kapuas 2012, yakni mencegah perdagangan ilegal, seperti makanan, minuman, gula pasir, sayuran, ikan, perdagangan manusia, pembalakan hutan secara liar, perdagangan senjata tajam, senjata api, narkoba, dan teroris, dari kedua negara, kata Mukson.<br /><br />Data Polda Kalbar, mencatat hingga saat ini sudah mengungkap sebanyak 80 kasus penyelundupan gula pasir ilegal, dan sebanyak 80 orang tersangka, serta sebanyak 200 ton barang bukti berupa gula pasir ilegal yang rata-rata asal Malaysia.<br /><br />Baru enam kasus masuk tahap satu atau diteruskan kasusnya ke kejaksaan, dan tiga kasus lagi masih tahap dua, kata Mukson.<br /><br />Panjang perbatasan mencapai 966 kilometer mulai dari Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas hingga Gunung Cemeru di Kabupaten Kapuas Hulu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>