Kasus Hiv/Aids Akibat Jarum Suntik Lebih Tinggi

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Farid Wadjdy mengungkapkan data Klinik Konseling dan Testing Sukarela di RSUD A Wahab Syahranie Samarinda sejak 2005 hingga 2011, kasus HIV/AIDS akibat narkoba jarum suntik tinggi ketimbang akibat lain. <p style="text-align: justify;">"Sesuai data di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie yang membuka klinik secara sukarela mulai 2005, menemukan sebanyak 269 kasus HIV positif," ujar Farid Wadjdy di Samarinda, Kamis.<br /><br />Dari data tersebut, lanjutnya, pecandu narkoba suntik (penasun) menempati persentase tertinggi, yakni 27,4 persen atau lebih besar dari pria pelanggan seksual yang hanya 24,2 persen, kemudian hubungan seksual vaginal 7,55 persen.<br /><br />Ini berarti faktor risiko HIV/AIDS sudah mengalami perubahan, apabila sebelumnya lebih banyak pada wanita penjaja seks (WPS) yang ada di lokalisasi, namun sekarang lebih banyak pada pengguna narkoba, terutama narkoba dengan menggunakan jarum suntik.<br /><br />Dia menambahkan, jumlah pecandu narkoba suntik semakin hari semakin bertambah. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada 2009 jumlahnya diperkirakan mencapai 9.530 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.730 orang telah menjadi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).<br /><br />Dalam upaya menyembuhkan pecandu narkoba sekaligus menekan kasus HIV/AIDS, maka Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda ditetapkan Pemprov Kaltim sebagai Klinik Program Rumah Terapi Metadon (PTRM) bagi pecandu narkoba suntik.<br /><br />Pelayanan PTRM untuk tahap pertama akan dibuka di RSKD Atma Husada Mahakam. Saat ini beberapa persyaratan yang diminta Kementerian Kesehatan RI sudah dipenuhi, sehingga dalam waktu dekat klinik tersebut akan dapat beroperasi.<br /><br />Menurut dia, perlindungan bagi pecandu narkoba suntik sebagai korban sekaligus pasien, diberikan kriteria dan tahapan lebih lanjut, yakni diberikan pelayanan dari pemerintah melalui layanan terapi dan rehabilitasi, serta diperlukan fasilitas yang cukup.<br /><br />Selain itu, program Layanan Jarum Suntik Steril (LJSS) rencananya akan diadakan di beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan klinik yang mempunyai kegiatan penjangkauan kepada populasi tersebut.<br /><br />Klinik yang selama ini memiliki peranan besar dalam upaya menekan penggunaan narkoba dan mengurangi HIV/AIDS itu antara lain, klinik yang dimiliki Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laras dan Klinik Rehabilitasi Narkoba Juata Tarakan. <strong>(ast/ant)</strong></p>