Kasus ISPA Di Kotawaringin Timur Mulai Menurun

oleh

Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai menurun seiring mulai berkurangnya asap kebakaran. <p style="text-align: justify;">"Memang masih ada, tapi tidak signifikan dibanding sebelumnya. Mudah-mudahan saja dengan turunnya hujan makin sering sehingga kualitas udara kita makin membaik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Selasa.<br /><br />Laporan yang diterima dari seluruh kecamatan, jumlah ISPA pada minggu minggu ke-40 tahun 2015 kasus penyakit ISPA sebanyak 646 kasus dan kasus diare sebanyak 215 kasus. Jika dihitung total penderita ISPA sejak Januari lalu tercatat sekitar 17.000 orang.<br /><br />Indeks standar pencemaran udara beberapa hari terakhir menurun hingga di angka kurang dari 200. Meski kualitas udara saat ini masih masuk kategori sangat tidak sehat, namun kondisi ini mulai membaik dibanding beberapa waktu lalu ketika kulitas udara Kotim menunjukkan status berbahaya.<br /><br />Faisal berharap hujan makin sering turun agar kebakaran lahan dan kabut asap berakhir. Dia optimistis kualitas udara Kotim, khususnya di Sampit akan terus membaik.<br /><br />"Kualitas udara kita mulai membaik makanya kami menganjurkan sekolah tidak diliburkan, cukup ditunda jam masuknya. Pasien rawat inap juga tidak terlalu banyak," jelas Faisal.<br /><br />Disinggung soal kabar adanya warga yang meninggal akibat asap, Faisal tidak berani memastikannya. Menurutnya, angka penderita pnemonia atau infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru di Kotim selama ini memang sudah cukup tinggi, namun karena saat ini Kotim dilanda kabut asap sehingga banyak masyarakat yang mengaitkan asap sebagai penyebab utamanya.<br /><br />Terkait penanganan penderita ISPA, Faisal menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan penyakit ISPA di provinsi ini sebagai KLB atau kejadian luar biasa. Konsekuensinya, penanganannya tidak dijangkau oleh Jaminan Kesehatan Nasional atau program BPJS Kesehatan.<br /><br />Namun di Kotim, pemerintah daerah sudah beberapa tahun terakhir ini membebaskan biaya perawatan di ruang kelas III RSUD dr Murjani Sampit bagi penderita penyakit apapun melalui program Proteksi Kesehatan Kotim atau Prosehati. (das/ant)</p>