Kasus kekerasan anak di Kalimantan Selatan masih cukup tinggi hingga November 2011 tercatat 395 kasus kekerasan pada perempuan dan 153 kasus kekerasan pada anak. <p style="text-align: justify;">Ketua koordinator Kampanye Anti Kekerasan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, IPTU Amalia Afifi di Banjarmasin, Jumat mengatakan, berdasarkan jumlah tersebut berarti dalam setiap hari terjadi tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.<br /><br />"Dalam setiap harinya terjadi kasus kekerasan anak dan perempuan lebih dari satu kali, padahal semestinya mereka mendapat perlindungan dari kaum laki-laki," katanya.<br /><br />Kondisi tersebut, kata dia, sangat memprihatinkan karena akan mengganggu perkembangan moral generasi muda.<br /><br />Kekerasan tersebut meliputi kekerasan dalam rumah tangga, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan, pencabulan, pemerkosaan, penipuan dan lain-lain.<br /><br />Upaya menekan tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut Polda Kalsel mengadakan gerakan moral dengan melakukan kampanye anti kekerasan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melibatkan seluruh elemen masyarakat.<br /><br />Kampanye tersebut dilakukan selama 16 hari sejak 25 November hingga 10 Desember 2011.<br /><br />Aksi kampanye secara serentak dimulai Kamis (8/12) diawali di jalan Jenderal Sudirman. Pada kesempatan tersebut jajaran Polda Kalsel memberikan himbauan kepada masyarakat tentang sanksi hukum terhadap tindak kekerasan anak.<br /><br />Hari kedua atau Jumat, kampanye dilanjutkan di jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, selain itu polres se Kalimantan Selatan juga melakukan aksi di lingkup area wilayah hukum masing-masing.<br /><br />"Melalui kampanye ini kita harapkan tidak lagi terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Amalia Afifi.<br /><br />Selain menggelar aksi moral, Polda Kalsel juga akan melakukan penyuluhan ke sekolah seperti SMAN 6 Banjarmasin pada Sabtu mendatang.<br /><br />"Penyuluhan juga akan kita lakukan dengan pemutaran film dan upaya mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















