Kasus Konfirmasi Positif Covid-19, 1-17 April Mencapai 260 Kasus

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno.

SINTANG, KN – Total kasus konfirmasi positif Covid-19 pada pada tanggal 1-17 April 2021 mencapai 260 kasus. Berdasarkan penyelidikan epidemiologi, 90,8 persen kasus corona yang ditemukan, memiliki riwayat perjalanan ke Kota Pontianak, Singkawang dan Jakarta. Hanya 24 orang saja yang murni transmisi lokal.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan terjadi lonjakan kasus corona pada bulan April 2021 sebanyak 260 kasus. Awalnya, ada 110 kasus, perjalanan dari Pontianak dan Singkawang. Pasien ini menularkan virus ke 126 anggota keluarganya.

“Hanya 24 kasus saja yang transmisi lokal. Sisanya 90,8 persen punya riwayat perjalanan. Artinya, yang paling rawan adalah kasus impor, karena riwayat perjalanan ke luar kota, seperti Pontianak, jakarta dan Singkawang, tapi lebih banyak dari pontianak,” beber Jarot, Sabtu 17 April 2021.

Jarot menyebut, positif rate kasus konfirmasi riwayat perjalanan sangat tinggi.

“Ketika kita lakukan tracing pada 110 kasus yang kita swab, 384 kira kira sampelnya, yang positif 236. Sehingga positif ratennya 73 persen, sangat tinggi,” jelasnya.

Bukan itu saja, tingkat fatality rate kasus corona impor ini juga sangat tinggi. Minggu kedua bulan April per tanggal 16 kemarin, sudah ada 11 orang pasien corona meninggal dunia. Dalam sehari, tercatat ada tiga orang.

“Angka kematian pun sampai 11 bulan April ini, sehingga case fatality rate 4 persen, ini tinggi, pada umumnya 5 persen,” ungkap Jarot.

Jarot menyebut, saat ini terjadi gelombang ketiga corona di Kabupaten Sintang. Dugaan Jarot, virus corona yang ada di Sintang saat ini, varian baru.

“Kasus sekarang beda. Satu banyak, positif rate tinggi, yang meninggal pun bayak, strain sekarang beda, dulu OTG sekarang ganas. Varian baru kelihatannya karena tingkat keganasannya lebih tinggi dari sebelumnya, biasa kita dapat ratusan kasus tapi OTG, tapi sekarang ini baru masuk satu hari meninggal. Ada yang takut covid, datang ke rumah sakit kritis lalu meninggal. Ini mungkin kita varian baru, yang jelas lebih ganas, makanya meningkatkan case fatality rate. Angka kematian sampai 4 persen, ini khusus bulan April,” tegas Jarot. (GS)