Kasus Panyakit Diare Di Banjarmasin Masih Tinggi

oleh

Kasus penyakit diare di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih tinggi, sebab dari catatan Dinas Kesehatan setempat menunjukkan angkanya yang melebihi 800 kasus per bulan sepanjang 2015 ini. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Diah R Praswati, di Banjarmasin, Jumat, angka kesakitan penyakit diare yang dilayani per bulannya di 26 puskesmas di daerahnya masih cukup besar, ini karena ketidak sadaran masyarakat akan hidup bersih dan sehat.<br /><br />Dari catatan yang disampaikannya, kasus diare dari bulan Januari sebanyak 1.067 kasus, Februari 944 kasus, Maret 946 kasus, April 980 kasus, Juni 992 kasus, dan Juli 839 kasus, sedangkan Agustus masih belum dirilis.<br /><br />"Memang perkiraan kasus diare perbulannya di daerah kita ini sebesar 2.244 kasus, kalau diliat data sepanjang tujuh bulan trakhir tahun ini berarti angka kejadiannya masih di bawah perkiraan rata-rata," ujarnya.<br /><br />Namun, kata dia, kejadian ini masih menunjukkan angka penyakit diare yang melanda masyarakat daerah ini masih cukup tinggi, yang pastinya dikarenakan kurang menyadarinya akan hidup sehat dengan mengkonsumsi air dan makanan yang bersih.<br /><br />Dia menyatakan, bahwa akibat kemarau yang melanda saat ini, air sungai di daerahnya ini menjadi dangkal dan keruh sudah sangat tidak layak lagi dikosumsi, sebab sangat tercemar dengan limbah rumah tangga khususnya yang menyebabkan air sungai penuh bakteri.<br /><br />"Kita menyarankan, jangan sampai mengambil air sungai di daerah kita ini lagi untuk kebutuhan konsumsi, terkecuali yang sudah diolah dengan benar sebagaimana air bersih dari PDAM," tuturnya.<br /><br />Menurut dia, dengan masih berfungsinya suplai air bersih dari perusahaan daerah milik pemerintah itu, tingginya kasus penyakit diare di saat musim kemarau yang rentan terjadi ini masih bisa ditekan.<br /><br />"Misalnya saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih mengalir hingga kerumahnya, bisa mendapatkannya diakses lain," ucapnya. (das/ant)</p>