Kaum Muda Ingin Berpartisipasi Penuh Dalam Agenda Pembangunan Masa Depan

oleh

ICPD Global Youth Forum di Bali telah rampung, dengan menghasilkan rekomendasi yang merangkai visi kaum muda dari seluruh dunia untuk masa depan mereka. <p style="text-align: justify;">Enam ratus pemimpin muda dari lebih dari 130 negara menghadiri Forum tersebut, dengan lebih dari 2500 delegasi virtual yang berpartisipasi secara daring. Perwakilan pemerintah, badan-badan PBB, organisasi nonpemerintah dan sektor swasta juga turut berpartisipasi.<br /><br />“Ini telah menjadi pertemuan pemuda yang memberi terobosan dalam berbagai isu yang telah diidentifikasi sebagai kunci masa depan mereka,” tutur Direktur Eksekutif UNFPA Babatunde Osotimehin. <br /><br />Lanjutnya, forum ini telah menyediakan begitu banyak pemahaman akan ke mana agenda kaum muda akan berada dua puluh tahun setelah ICPD. Dunia telah berubah secara dramatis sejak itu, dan demikian pula kaum muda. <br /><br />"Saya telah terinspirasi dengan semangat dan visi mereka untuk masa depan, dan saya bertekad bahwa UNFPA akan terus memimpin sistem PBB dalam memastikan bahwa visi ini diikutsertakan secara penuh dalam diskusi dan rancangan agenda pembangunan selanjutnya.”ungkapnya<br /><br />Forum yang berlangsung selama tiga hari atas kerjasama pemerintah Indonesia dengan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) ini menghasilkan rekomendasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, keluarga, hak-hak pemuda dan kesejahteraan termasuk seksualitas, dan partisipasi sipil. Rekomendasi itu termasuk anjuran bagi pemerintah untuk:<br /><br /></p> <ol> <li style="text-align: justify;">Menyediakan, mengawasi, dan mengevaluasi akses universal terhadap paket layanan kesehatan dasar yang ramah remaja (termasuk perawatan kesehatan mental dan seksual dan layanan kesehatan reproduksi) yang berkualitas tinggi, terintegrasi, adil, menyeluruh, dan terjangkau.</li> <li style="text-align: justify;">Memastikan akses universal terhadap pendidikan menyeluruh yang berkualitas dan gratis dalam setiap jenjang, dan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mencapainya.</li> <li style="text-align: justify;">Menghapuskan praktik-praktik tradisional yang berbahaya, seperti sunat paksaan, pernikahan dini dan pernikahan paksa, kekerasan berbasis-jender, dan kekerasan terhadap perempuan.</li> <li style="text-align: justify;">Menjamin adanya lingkungan yang bebas dari kekerasan psikologis, fisik, maupun seksual, termasuk kekerasan berbasis-jender dan bullying di rumah, sekolah, tempat kerja, dan komunitas.</li> <li style="text-align: justify;">Mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan banyak pemangku kepentingan untuk mengumpulkan, menganalisis, menggunakan dan menyebarkan data kuantitatif maupun kualitatif tentang pemuda yang handal dan telah terpilah, untuk mendukung kebijakan dan program nasional untuk kesehatan pemuda yang berdasarkan bukti (evidence-based).</li> <li style="text-align: justify;">Memprioritaskan terciptanya lapangan kerja dan tenaga kerja terampil dengan meningkatkan investasi, bersama dengan sektor swasta, dalam program-program yang membina kewirausahaan kaum muda dan pelatihan kerja termasuk kerja magang yang dibayar.</li> <li style="text-align: justify;">Memastikan adanya akses yang setara dan adil terhadap pekerjaan yang layak, bebas dari diskriminasi, menghormati keanekaragaman dan mempromosikan pembangunan manusia untuk segenap kaum muda, khususnya perempuan muda dengan anak dan kelompok termarjinalkan lainnya.</li> </ol> <p style="text-align: justify;"><br />Forum juga menganjurkan PBB untuk “segera menunjuk Penasihat Khusus bidang Pemuda yang merupakan orang muda.” Rekomendasi final dari Forum ini akan diikutsertakan dalam laporan Sekretaris Jenderal PBB di Sidang Umum tahun 2014 dan akan menjadi bahan diskusi untuk tujuan-tujuan pembangunan PBB untuk dua puluh tahun ke depan.<br /><br />Global Youth Forum adalah bagian dari proses formal PBB untuk meninjau kesenjangan, dan tantangan dalam mencapai tujuan-tujuan dari Program Aksi dari Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) 1994.</p> <p style="text-align: justify;">ICPD merupakan sebuah acara bersejarah yang menciptakan hubungan fundamental antara memajukan hak-hak dan kesehatan orang muda, khususnya wanita muda dan menghadirkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Forum ini merupakan satu dari tiga pertemuan tematik untuk meninjau kemajuan dan menghasilkan rekomendasi. Dua pertemuan global lainnya akan berfokus pada Hak Asasi Manusia dan kesehatan perempuan, dan akan diadakan pada tahun 2013.<br /><br />“Merupakan harapan kami bahwa Forum ini, selain menghasilkan rekomendasi substantif, juga mampu memunculkan momentum bagi keterlibatan pemuda saat ini di tingkat global, regional, dan nasional untuk mendukung dan memajukan aspirasi kaum muda dan komunitas mereka dalam agenda pasca-2015,” papar Kwabena Osei-Danquah, Koordinator Eksekutif Sekretariat ICPD.<br /><br /><br /><strong>Tentang ICPD Beyond 2014</strong><br /><br />ICPD Beyond 2014 adalah sebuah tinjauan yang menjadi mandat Program Aksi yang telah disetujui oleh 179 negara anggota yang menghadiri Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) pada tahun 1994. Proses peninjauan ICPD akan menilai kemajuan, kesenjangan, dan tantangan-tantangan baru dalam mencapai tujuan-tujuan dari Program Aksi melalui proses yang melibatkan para pemegang kepentingan termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan pemuda. Untuk informasi lebih lanjut tentang ICPD Beyond 2014, kunjungi www.icpdbeyond2014.org, untuk informasi spesifik terkait ICPD Global Youth Forum kunjungi www.icpdyouth.org.<br /><br /> <br /><strong>Tentang UNFPA</strong><br /><br />Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) adalah badan pembangunan internasional yang bekerja untuk menghadirkan dunia di mana setiap kehamilan diinginkan, setiap kelahiran berjalan aman dan setiap orang muda mencapai potensi mereka. UNFPA membantu Negara-negara menggunakan data populasi mereka untuk mengantisipasi tantangan-tantangan masa depan. UNFPA menyediakan pemberdayaan lewat arahan teknis, saran kebijakan, pelatihan dan dukungan, dan meyakinkan bahwa hak dan kesehatan reproduktif wanita dan orang muda berada di tengah-tengah jalannya pembangunan. UNFPA diberi mandat oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memfasilitasi peninjauan ICPD. UNFPA mendirikan Sekretariat ICPD Beyond 2014 untuk menjalankan proses tersebut atas nama sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa. www.unfpa.org. <strong>(phs/press release/foto: dok)</strong></p>