Kawasan Konservasi Mesti Bermanfaat Bagi Masyarakat

Ismet Khaeruddin yang membidangi Forclime Component 3, Forets and Climate Change Programme (TC Module) pada LSM Gesellschaft Fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu mesti dapat bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya. <p style="text-align: justify;">“Saya rasa tidak ada yang melarang masyarakat untuk mengelola kawasan konservasi asalkan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, sebab konservasi bisa juga dikelola dan tidak harus merusak hutan,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (31/01/2012).<br /><br />Menurut Ismet bahwa keberadaan daerah konsevasi sesungguhnya memiliki manfaat bagi masyarakat apabila pengelolaanya sesuai aturan yang berlaku, hanya saja selama ini pemahaman konservasi dikalangan masyarakat, adalah suatu wilayah yang tidak bisa dikotak-katik, apalagi mengarap hasil hutannya, padahal menurut Ismet bahwa dalam kawasan konservasi sudah ditetapkan bahwa zona-zona yang mana bisa dikelola maupun mana zona yang tidak bisa dikelola. <br /><br />Namun, diakui Ismet bahwa selama ini tingkat sosialisasi yang perlu ditingkatkan, terkadang yang menjadi kendala ketika sosialisasi diadakan dikalangan masyarakat, ada sejumlah masyarakat yang tidak mau menghadiri sosialisasi tersebut, sementara pemahaman mereka terkait konservasi selalu negative. <br /><br />“Memang  ada sejumlah masyarakat yang sudah memahami apa sebenarnya konservasi tersebut, dan adapula masyarakat yang belum sama sekali memahami keberadaan konservasi, sementara kebanyakan dari mereka menganggap konservasi ini memutuskan mata pencarian masyarakat, padahal sebenarnya tidak demikian, ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti yang tidak melanggar aturan namun konservasi tetap bisa dikelola,” tegasnya. <br /><br />Sementara itu, Ismet mengatakan bahwa pihaknya (GIZ,red) selalu berupaya bergandeng dengan Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dan sejumlah pihak terkiat seperti WWF, TNBK, dan TNDS untuk terus mendorong kemajuang pada masyarakat disekitar kawasan konservasi, apalagi kata Ismet saat ini lebih digalakan ekowisata. Tentunya akan lebih melibatkan masyarakat itu sendiri apalagi apabila wisata alam yang terdapat pada kawasan konservasi, sebab menurutnya hal tersebut merupakan salah satu solusi agar hutan tetap terjaga, tetapi masyarakat juga bisa diuntungkan. <br /><br />“Yang paling tepat dalam konsep kawasan konservasi yaitu bagimana mengelola potensi yang ada untuk kepentingan masyarakat, tanpa merusak hutan yang ada, artinya masyarakat bisa hidup tanpa merusak hutan yang ada,hanya saja kembali lagi keaturan main yang tidak harus melanggar ketentuan yang ada,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>