Kawasan Pangan Kubu Raya Siap Sukseskan MP3EI

oleh

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan menyatakan siap mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan mematangkan konsep "Food Estate" (Kawasan Pangan) di daerahnya. <p style="text-align: justify;">"Kawasan pangan ini juga program dari pemerintah pusat, dan yang ditunjuk tiga kabupaten di Indonesia, salah satunya Kubu Raya. Karena itu, saat ini kita sudah mematangkan konsep dan mempersiapkan lahan untuk program tersebut," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya Suharjo di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Menurutnya, kawasan pangan adalah suatu kawasan pengembangan komoditas tanaman pangan yang secara ekonomis terletak di lahan petani yang terdiri dari unit-unit sehamparan dengan luas sekitar 3.000 hektare.<br /><br />Dalam penentuan kawasan pangan, katanya, juga dipertimbangkan aspek pasar, kesesuaian lahan dan agroklimat keberadaan dan kemampuan sumber daya manusia (petani, petugas serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan).<br /><br />Menurut dia, melalui kawasan pangan itu diharapkan dapat dihasilkan komoditas tanaman pangan yang berkualitas dengan daya saing yang tinggi di pasar dalam dan luar negeri, termasuk di dalamnya untuk memasok kebutuhan bahan baku bagi agroindustri. Untuk itu pengelolaan kawasan pangan dilakukan secara intensif dengan menerapkan paket-paket teknologi maju yang direkomendasikan serta didukung oleh kelengkapan sarana produksi.<br /><br />"Upaya peningkatan efektifitas pengelolaan lahan diarahkan melalui pembentukan dan pengembangan kelompok-kelompok tani yang sekaligus diharapkan sebagai ujung tombak pengembangan," tuturnya.<br /><br />Pembangunan kawasan pangan itu diharapkan dapat memberikan keuntungan, baik untuk pengembangan kegiatan industri (hulu maupun hilir) maupun efek berantainya.<br /><br />"Untuk mendukung program kawasan pangan itu kita sudah menggandeng beberapa mitra usaha yang sudah menyatakan berminat untuk menjadi pendamping (mitra kerja) bagi petani, yaitu PT Sang Hyang Sri pada lokasi Padu Empat Komplek dengan luas areal 1000 ha – 3000 ha, PT Sungai Budi Group untuk lokasi Desa Kerawang, Desa Sumber Agung dan desa Muara Tiga dengan Luas areal 3000 ha – 5000 ha," kata Suharjo.<br /><br />Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menambahkan, pembangunan kawasan pangan yang dilakukan oleh Pemkab Kubu Raya akan dikombinasikan dengan program kawasan beras (Rice Estate).<br /><br />Menurutnya, kawasan pangan memiliki cakupan lebih luas dibanding program kawasan beras yang saat ini sudah dikembangkan Pemerintah Kubu Raya. Pasalnya, program "food estate" itu tidak hanya mencakup pada pertanian, tetapi juga peternakan, perikanan, dan pengembangan hortikultura.<br /><br />"Selain itu, juga diarahkan untuk mewujudkan kawasan dengan produk unggulan di daerah pengembangan yang nantinya diharapkan akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian khususnya tanaman pangan yang dapat bersaing dipasar global," kata Muda.<br /><br />Muda menjelaskan, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu unsur penting dari ketahanan nasional, harus didukung oleh tiga aspek penting yaitu aspek ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan.<br /><br />Aspek penyediaan yang dalam hal itu ditentukan oleh faktor produksi pangan mengandung makna perlunya penyediaan pangan yang cukup sepanjang waktu, dengan mengutamakan pemenuhannya bersumber dari hasil produksi daerah Kabupaten Kubu Raya, sehingga Kabupaten Kubu Raya terbebas dari ketergantungan pangan kepada pihak luar.<br /><br />Dalam proses produksi itu petani sebagai produsen memiliki posisi yang sangat strategis untuk penyediaan pangan bagi warga Kabupaten Kubu Raya, sehingga sangat wajar apabila kesejahteraan petani harus senantiasa mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.</p> <p style="text-align: justify;"><br />"Aspek distribusi memegang peran penting agar ketersediaan pangan untuk Kabupaten Kubu Raya dapat terdistribusi secara merata, sehingga kerawanan pangan pada daerah daerah tertentu dapat dicegah serta keterjangkauan masyarakat kepada pangan baik secara fisik maupun ekonomis dapat diwujudkan," katanya.<strong>(phs/Ant)</strong></p>