Kawasan Perbatasan Kaltim Sampai Kini Belum Tertata

oleh

Pengembangan potensi kawasan perbatasan antara RI, di Provinsi Kalimantan Timur dengan Sabah dan Serawak, Malaysia hingga kini belum tertata baik. <p style="text-align: justify;">"Misalnya, sejumlah titik di perbatasan merupakan lintas keluar dan masuk orang, barang serta perdagangan nasional namun sayangnya di kawasan itu belum tertata dengan baik," ucap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy di Samarinda, Kamis.<br /><br />Terkait dengan itu, sehingga di kawasan itu sering menimbulkan permasalahan, seperti pergeseran patok batas negara, pencurian kayu, penyelundupan, hingga migrasi penduduk yang tidak terkendali.<br /><br />Farid mengatakan bahwa maka salah satu program prioritas yang akan dituntaskan Pemprov Kaltim dalam jangka menengah, yaitu membuka isolasi wilayah di perbatasan.<br /><br />Program itu di antaranya, menyelesaikan sejumlah infrastruktur jalan untuk menghubungkan ke sejumlah kawasan yang kini belum dapat ditempuh dengan jalur darat.<br /><br />Pembangunan infrastruktur yang dikerjakan saat ini di antaranya, meneruskan pengerjaan ruas jalan dari Long Bagun ke Long Nawang, hingga batas negara dan pembangunan ruas jalan Long Bawan di Kabupaten Malinau.<br /><br />Begitu juga dengan transportasi udara, Kaltim juga melakukan pengembangan Bandara Long Bawan dan Long Ampung di kawasan perbatasan Utara Kaltim, dan Bandara Datah Dawai di kawasan perbatasan yang ada di Selatan Kaltim.<br /><br />Sebanyak tiga bandara itu telah disetujui DPRD Kaltim untuk mendapatkan kucuran dana dari APBD Kaltim mencapai Rp400 miliar untuk peningkatan panjang landasan pacu (run way).<br /><br />Dana tersebut akan dialokasikan melalui sistem kontrak tahun jamak (multy years contract) dari APBD Kaltim mulai 2012 hingga 2013.<br /><br />Rinciannya adalah, untuk Bandara Yuvai Semaring Long Bawan akan mendapat alokasi Rp120 miliar, kemudian sebesar Rp130 miliar untuk Bandara Long Apung, dan yang Rp150 miliar untuk Bandara Datah Dawai.<br /><br />Peningkatan panjang landasan pacu untuk tiga bandara di kabupaten perbatasan itu akan dilakukan hingga mencapai panjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter.<strong> (das/ant)</strong></p>