Kebakaran Lahan Di Kayan Hilir

oleh

Kebakaran lahan di Nanga Mau yang melahap puluhan hektar kebun karet warga hingga berita ini diturunkan belum di follow up oleh pemerintah. Apalagi info terkait kebakaran ini nyatanya pemerintah kabupaten masih belum mendapat informasi yang utuh mengenai kejadian tersebut. <p style="text-align: justify;">“Kami malah belum dapat informasi mengenai kebakaran tersebut,” ujar Matheus Siong, Kepala Dinas Kebersihan, Pemadam Kebakaran dan Pertamanan Kota Kabupaten Sintang, pada kalimantan-news saat dikonfirmasi, Selasa (06/09/2011).<br /><br />Mengenai pengerahan pasukan pemadam ke sejumlah kecamatan jika terjadi musibah amuk si jago merah, Siong mengatakan pihaknya pada dasarnya bisa membantu. <br /><br />“Namun kami akan menyesuaikan dengan kemampuan jangkauan kami. Istilahnya, sangat tergantung pada peluru kami. Kalau memang bisa terjangkau, akan kami bantu kalau. Namun kalau sulit dijangkau, kemungkinan sulit kami mengarahkan pemadam kebakaran,” timpalnya.<br /><br />Siong juga menyatakan, jika dari sisi tupoksi, tugas pihaknya memang hanya menanggulangi amuk si jago merah di kota Sintang dan sekitarnya, khususnya yang terkait dengan pemukiman penduduk. “Sementara kalau kebakaran lahan, biasanya ditangani oleh Manggala Agni, Kalaupun kami terlibat, sifatnya hanya membantu,” imbuhnya.<br /><br /><strong>Tertolong Hujan</strong><br /><br />Terpisah, Ketua Ikatan Masyarakat Kayan (Imka) Suyanto Tanjung saat dikonfirmasi ulang Selasa (06/09/2011) menyatakan, kebakaran lahan beberapa hari lalu terbantu oleh turunnya hujan deras beberapa hari terakhir, sehingga kebakaran tak jadi meluas hingga ke perumahan warga. <br /><br />“Hujan juga mencegah timbulnya kerugian lebih besar,” ungkap pria yang akrab disapa Ajung ini.<br /><br />Mengenai informasi ke pihak pemerintah, Ajung juga mengatakan dirinya membenarkan memang belum menginformasikan secara resmi ke pemrintah kabupaten. <br /><br />“Namun tadi malam saya sudah menginfokan masalah kebakaran ini ke Camat Kayan Hilir. Kalau pemkab belum tahu kejadian ini mungkin wajar, karena hari ini hari pertama masuk kerja,” timpalnya.<br /><br />Terpisah, Camat Kayan Hilir, M Nafiah kepada kalimantan-news membenarkan perihal hujan yang menghentikan kebakaran lahan yang terjadi. Ia juga mengungkapkan hingga hari ini pihaknya sudah mendapat laporan ada 30 hektar lahan yang hangus dilahap api, dimana sebagian besar memang karet milik warga.<br /><br />Ditanyai Kapuas Post terkait penyebab kebakaran, Nafiah mengaku belum ada penyebab pasti, namun pihaknya memperkirakan musibah itu disebabkan karena pembakaran ladang oleh salah satu warga yang kemudian merambat ke perkebunan karet tersebut. <br />“Sejauh ini kami memang belum merinci angka kerugian resmi, besok (hari ini-red) kami akan turun langsung kelapangan untuk meninjau dampak kebakaran tersebut,” tuturnya.<br /><br />Ia juga mengungkapkan baru sepuluh kepala keluarga yang melaporkan hangusnya kebun karet milik mereka ke pihak kecamatan. Sehingga perkiraan sementara ada 30 hektar kebun karet dari beberapa desa yang hangus terbakar.<br /><br />Ditanyai mengenai bantuan pemerintah, Nafiah menyatakan jika sudah ada rilis resmi terkait jumlah kerugian dan siapa saja yang menjadi korban, pihaknya akan mengupayakan untuk mengusulkan bantuan ke pemrintah kabupaten untuk menyantuni keluarga korban. Apalagi kebakaran tersebut sudah menghanguskan tumpuan ekonomi keluarga pemilik kebun karet. <br /><br />“Yang mula-mula dilakukan, kemungkinan kami akan mengupayakan bantuan bibit karet untuk warga yang terkena dampak kebakaran.” tandasnya.<strong>(phs)  </strong></p>