Kebijakan Pusat Semua Serba Naik, Masyarakat Menjerit

oleh

Memasuki tahun 2017 ini, memang banyak kebijakan yang akan diterapkan oleh Pemerintah Pusat, mulai dari naiknya tariff listrik, naiknya harga BBM, dan naiknya cetak STNK dan sebagainya. Kondisi ini akan memperburuk tatanan kehidupan masyarakat didaerah, seperti di Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, mengatakan, kebijakan kenaikan harga BBM ini akan berdampak kepada kehidupan masyarakat khususnya di Melawi, karena BBM sebagai penarik lokomotif dari berbagai sektor. Ketika harga BBM naik berimbas kepada harga barang sembako menjadi naik, kebutuhan naik. <br /><br />“Sementara penghasilan masyarakat masih tetap seperti biasa, apalagi dengan kondisi harga karet yang bmasih belum begitu normal, walaupun ada kenaikan,” ungkapnya ditemui kemarin.<br /><br />Demikian juga halnya dengan sawit, karena perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang justru sudah panen belum ada kejelasannya mengenai plasma. Jadi apa yang mau masyarakat dapat hasilkan, ini juga menjadi persoalan. “Karena itu kita minta perhatian serius dari bupati Melawi untuk membenahi masalah ini. karena berkolorasi langsung dengan kehidupan masyaraka,” ujarnya.<br /><br />Dikatakan Tajudin, betul di Melawi ada perusahaan perkebunan kelapa sawit, tapi kontribusi kepada masyarakat tidak ada. Bahkan penggunaan tenaga kerja hanya sebagai tenaga kerja harian. Termasuk kontribusi plasma banyak yang belum jelas kepada masyarakat. Jadi apa yang akan masyarakat dapatkan dari kehadiran investasi tersebut.  <br /><br />“Saya  berharap kepada pemerintah pusat untuk bisa melihat kondisi masyarakat didaerah, sebab kalau semuanya naik, maka akan terjadi inplasi yang cukup tinggi,” ucapnya.<br /><br />Apalagi dengan tariff pemakaian listrik yang juga naik, maka kondisinya akan semakin parah lagi. Bahkan menurut dia kalau tariff listrik belum layak naik,  apalagi dengan kondisi listrik yang seering hidup mati seperti di Melawi dan pelayanan yang belum prima. “Sebagai pelayanan publik, PLN sudah seharusnya memberikan pelayanan prima, tapi belum khususnya di Melawi, apalagi dipedalaman,” ujarnya.<br /><br />Ditambah lagi dengan naiknya biaya buat STNK dan sebagainya, hal itu juga membuat Tajudin cukup prihatin dengan kondisi masyarakat sekarang, karena sangat membenani dan memberatkan masyarakat. <br /><br />“Kita paham dengan biaya cetak STNK, buku STNK segala macam, seharusnya ada subsidi silang untuk itu, agar masyarakat kita tidak terbebani dengan kondisi sekarang,” ucapnya. <br /><br />Apalagi kata Tajudin, dengan pendapatan masyarakat sekarang yang sedang stagnan, pendapatannya tidak bertambah. Ditambah lagi dengan kondisi sekarang jalan rusak, sehingga para pengumpul karet juga akan memotong untuk biaya sparpart mereka,  yang pada akhirnya juga dibebankan kepada petani sehingga harga karet ditingkat petani menjadi murah. (KN)</p>