Kebun Raya Balikpapan Diminta Dikelola Profesional Kreatif

oleh

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan minta Kebun Raya Balikpapan di Km 15 Jalan Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan, yang baru diresmikannya (20/8) agar dikelola secara profesional dan kreatif. <p style="text-align: justify;"><br />"Silakan lihat pengelolaan kawasan serupa di tempat-tempat lain," ujarnya.di Balikpapan, Kamis.<br /><br />Menteri Zulkifli Hasan menyebutkan antara lain Garden Bay di Singapura, juga Kebun Raya Geumgang dan Yeomiji di Korea Selatan, serta Potomac River di Washington DC, Amerika Serikat.<br /><br />Bahkan, menurut Menteri, di Potomac River, dari bagian yang dikelola khusus untuk wisatawan, pengelola mendapatkan hingga sejuta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun per tahun.<br /><br />Sungai Potomac dikelola sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu dari hulu ke hilir sebagai satu kesatuan. Pada bagian-bagian yang indah dan tenang, masyarakat bisa berperahu. Pada bagian yang melintasi kota, yaitu ada wisata dan olahraga dengan kayak. Di sungai juga hidup berbagai satwa, mulai dari ikan hingga burung-burung.<br /><br />Wisata dengan kayak dijual kepada wisatawan sebagai paket dari perjalanan wisata. Sungai juga menjadi tempat penelitian satwa dan ekosistemnya.<br /><br />Secara khusus ia juga menyebutkan Gardens by The Bay di Singapura.<br /><br />"Setelah peresmian ini harapan saya Kebun Raya Balikpapan ini bisa dijaga dan dikembangkan. Kayak Gardens by the Bay di Singapura itu, mereka mulai dari nol di tanah kosong yang luasnya hanya 100 hektar di tengah kota. Saya sudah lima kali ke sana. Kawasan itu ditata dan kelola sangat baik. Mereka ada segala pohon, anggrek, tumbuhan langka, tumbuhan obat bahkan ada pohon yang sudah berumur ratusan tahun dipindah kesana, besar-besar. Hasilnya Gardens by the Bay Singapura itu dikunjungi ratusan ribu wisatawan dan pertahun bisa hasilkan pemasukan juga sampai Rp1 triliun," papar Menteri Zulkifli.<br /><br />Karena itu pula Menteri Zulkifli Hasan juga minta spesies yang ada di Kebun Raya Balikpapan dipelihara dan dikembangkan.<br /><br />Di kawasan seluas 300 hektare ini terdapat pohon-pohon langka bernilai ekonomis tinggi seperti kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp), termasuk kayu bangkirai. Juga ada tumbuhan unik kantong semar (Nepenthes sp).<br /><br />Di hutan yang dulunya bagian dari Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) juga hidup satwa langka beruang madu (Helarctos malayanus), orangutan (Pongo pygmaeus).<br /><br />Luas HLSW seluruhnya mencapai 10.000 hektare dan terdiri dari hutan primer.<br /><br />Pada kesempatan yang sama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto yang juga hadir diperesmian itu mengatakan, komitmen PU untuk Kebun Raya Balikpapan.<br /><br />"Khusus KRB kami berkomitmen untuk bangun membantu melengkapi prasarana. Mulai 2015 akan kita lengkapi infrastruktur di KRB," tuturnya saat peresmian dan pelepasan bibit ikan di Embung Wain.<br /><br />Khusus pembangunan Embung Wain dilakukan 2011-2013 oleh Kementerian PU dengan anggaran Rp30 miliar. Ada juga Bendali III dengan anggaran Rp57 miliar lebih yang dibangun sejak 2007-2012. <strong>(das/ant)</strong></p>