Kebutuhan Daging Kebanyakan Dipasok Dari Luar Kaltim

oleh
oleh

Kebutuhan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lebih banyak di datangkan dari luar Provinsi Kalimantan Timur, ini menjadi tantangan sekaligus peluang pemerintah di daerah ini untuk mengembangkan peternakan sapi. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya di Samarinda, Senin, mengatakan sekitar 70 persen daging sapi untuk memenuhi permintaan masyarakat di daerah ini masih didatangkan dari luar daerah.<br /><br />"Saat ini kita baru memiliki 114.735 ekor sapi dan hanya 10 persen yang boleh dipotong, selebihnya harus untuk pengembangbiakan demi meningkatkan populasi sapi," katanya ketika membuka Pertemuan Apresiasi Kesejahteraan Hewan dan Juru Sembelih Halal menjelang Idul Adha.<br /><br />Ia mengatakan untuk memenuhi permintaan daging sapi yang memang cukup tinggi di Provinsi Kaltim, peternak belum mampu memenuhinya, sehingga harus mendatangkan sapi dari daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali dan NTB.<br /><br />Menurut dia Kaltim memiliki potensi besar baik dari sisi wilayah, sumberdaya alam, maupun dari sisi sumberdaya manusia untuk mengembangkan peternakan skala besar, karena selama ini Kaltim hanya menjadi daerah konsumen dalam memenuhi daging sapi, kerbau, kambing, dan produk pangan lain asal hewan.<br /><br />"Ini berarti ada ratusan juta rupiah setiap bulan uang dari Kaltim yang dibelanjakan untuk mendatangkan sapi, kerbau dan kambing dari daerah lain," ujarnya.<br /><br />Dadang mengatakan apabila semua kebutuhah itu dapat dilayani oleh petani ternak di Kaltim, maka perputaran ekonomi daerah setempat pertumbuhannya akan lebih cepat.<br /><br />Padahal, kata dia, dengan banyaknya ternak yang masuk ke Kaltim untuk dikonsumsi masyarakat, maka pihaknya beserta instansi terkait harus meningkatkan pengawasan, jangan sampai ada penyakit menular pada hewan yang masuk ke daerah ini.<br /><br />"Pemprov Kaltim bertekad meningkatkan populasi sapi menjadi 2 juta ekor pada 2018. Program ini memang mimpi, tapi justru dari mimpi inilah yang akan terus kami kejar agar menjadi kenyataan, makanya kami terus melakukan langkah dan bekerjasama dengan banyak pihak untuk mewujudkannya," ujar Dadang. <strong>(das/ant)</strong></p>