Kecamatan Perbatasan Di Sintang Dilanda Banjir

oleh

Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. <p style="text-align: justify;">Camat Ketungau Hulu Gambang, saat dihubungi dari Sintang Minggu pagi menjelaskan, beberapa wilayah di ibukota kecamatan sudah terendam air, meskipun ketinggian airnya belum mengkhawatirkan.<br /><br />"Jika kondisi hujan terus turun seperti ini, bukan tidak mungkin luapan air semakin tinggi," kata Gambang.<br /><br />Sejauh ini, kata dia, luapan air di sejumlah ruas jalan baru sampai betis orang dewasa sehingga masih memungkinkan dilalui kendaraan roda dua.<br /><br />Dijelaskannya, untuk Senaning yang merupakan ibu kota kecamatan, dua jembatan yang berada di dekat rumah dinas camat dan kantor camat sudah terendam banjir, termasuk juga pasar.<br /><br />"Sepertiga jalan di depan kantor camat sudah terendam air, pemilik toko di pasar Senaning juga sudah mulai mengungsikan barang-barangnnya," kata dia.<br /><br />Selain itu, jalan utama yang menghubungkan Senaning dengan ibu kota kabupaten sudah ada yang tidak bisa lagi dilalui sepeda motor dan mobil karena kedalaman air sudah lebih dari satu meter.<br /><br />"Jalan yang terputus berada di ujung jembatan Jalan Pintas Keladan, ketinggian air sudah setinggi orang dewasa," katanya.<br /><br />Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah kebutuhan pokok utama akan sulit diperoleh jika kondisi air semakin tinggi, ditambah dengan musim paceklik para petani diwilayah tersebut.<br /><br />"Saat ini sedang musim paceklik, biasanya warga memilih untuk menoreh karet, tetapi jika air semakin tinggi otomatis mereka tidak bisa noreh," kata Gambang.<br /><br />Meskipun demikian, untuk sementara aktivitas warga masih dapat berlangsung meskipun beberapa tempat tergenang air, para pelajar kemarin jugamasih datang ke sekolah untuk belajar.<br /><br />"Hanya saja jalan akses untuk ke sekolah yang terendam air," jelasnya.<br /><br />Menurut Camat Ketungau Hulu ini, air mulai masuk ke darat saat hujan yang cukup panjang pada Jumat (2/12) sore hingga Sabtu (3/12) pagi.<br /><br />"Ketinggian air sungai saat itu naik kira-kira satu meter," katanya.<br /><br />Dia juga menyatakan, sudah berencana untuk membuka posko, namun akan melihat kondisi dalam beberapa hari ke depan.<br /><br />"Jika dalam beberapa hari ini hujan terus turun maka kita akan mempersiapkan posko tanggap darurat yang berkoordinasi dengan Pemkab serta institusi terkait," ujarnya.<br /><br />Koordinator Komunitas Informasi Masyarakat Perbatasan (Kimtas) Kabupaten Sintang Ambresius Murjani menjelaskan, informasi yang diterimanya, akses jalan di desa Nanga Bayan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sudah terendam air setinggi satu meter.<br /><br />"Informasi yang saya terima begitu, sementara di Desa Jasa yang juga berbatasan langsung dengan negara tetangga, luapan air dari sungai juga sudah mulai menggenangi kawasan pasar," kata dia. (*)</p>