Kejari Bengkayang Tahan Empat Tersangka Korupsi

oleh

Kejaksaan Negeri Bengkayang menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jaringan air bersih di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, dengan nilai kontrak Rp1,7 miliar yang dibiayai melalui APBD tahun anggaran 2014. <p style="text-align: justify;">"Keempat tersangka korupsi pembangunan jaringan air bersih di Kabupaten Bengkayang tersebut, yakni berinisial HM, SA, NT, FH yang ditahan, sejak Rabu (18/3)," kata Kepala Kejari Bengkayang Hilman Azazi saat dihubungi di Bengkayang, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan ditetapkan dan ditahannya keempat tersangka tersebut, setelah pihaknya secara meraton melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi, sejak awal Maret 2015.<br /><br />"Keempat tersangka tersebut, masing-masing berprofesi sebangai pegawai negeri sipil, direktur perusahaan, kontraktor, serta pelaksana proyek pembangunan jaringan air bersih di Kecamatan Teriak," ujarnya.<br /><br />Hilman menegaskan Kejari Bengkayang akan memproses secara profesional dan transparan segala bentuk penyimpangan yang merugikan keuangan negara, dan khususnya masyarakat Kabupaten Bengkayang.<br /><br />"Masyarakat jangan takut, untuk melaporkan kalau ada dugaan atau indikasi terjadi KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) di wilayah Bengkayang kepada kami. Siapapun yang terlibat akan kami proses hukum, sesuai dengan tingkat pelanggarannya, tanpa pandang bulu," ujarnya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Hilman menambahkan tidak pandang bulu dalam penegakan hukum dalam kasus-kasus korupsi di wilayah hukumnya, dalam rangka menciptakan Kabupaten Bengkayang yang bersih dari praktek KKN.<br /><br />"Bagi yang mau KKN bukan di sini tempatnyaa. Mari kita bersama-sama membangun Bengkayang tanpa korupsi," ujarnya. (das/ant)</p>