Kejari Martapura Musnahkan Barang Bukti Narkoba

oleh

Kejaksaan Negeri Martapura Provinsi Kalimantan Selatan memusnahkan barang bukti narkotika dan obat-obatan berbahaya serta 81 keping "Digital Versatile Disc" porno dengan cara dibakar di halaman kantor tersebut, Jumat (11/03/2011). <p style="text-align: justify;">Pemusnahan dipimpin Kepala Kejari Martapura, Zulhadi Savitri disaksikan Kepala BNK Banjar Fauzan Saleh, Kapolres Banjar AKBP Ebet Gunandar dan Kepala Kantor Kementerian Agama Martapura, Quzwini.<br /><br />Kepala Kejari Martapura Zulhadi mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara yang ditangani jaksa sepanjang tahun 2009 hingga 2010 dan telah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan. <br /><br />"Barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang yang disita dari tangan pelaku dan telah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan sehingga bisa dimusnahkan," ujarnya.<br /><br />Disebutkan, jenis barang bukti narkoba yang dimusnahkan adalah 11 butir ekstasi, lima paket ganja, puluhan paket sabu-sabu yang total beratnya diperkirakan 5 gram serta obat-obatan berbagai merk tanpa izin edar.<br /><br />Dalam kesempatan yang sama juga dibakar sebanyak 81 kepingan DVD porno.<br /><br />Ia mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bukti keseriusan jajaran Kejari memberantas dan memerangi narkoba sehingga diharapkan peredarannya di tengah masyarakat bisa dikurangi.<br /><br />"Jumlah perkara yang ditangani meningkat di mana pada 2009 sebanyak 20 perkara dan naik menjadi 35 perkara pada 2010 sehingga melalui pemusnahan diharapkan masyarakat luas mengetahui dan menjauhi narkoba," ujarnya.<br /><br />Kepala Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Banjar Fauzan Saleh mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah Kejari Martapura yang melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan tersebut.<br /><br />"Pemusnahan ini sebagai momen mengawali tahun 2011 sehingga diharapkan mampu memberikan penyadaran kepada masyarakat agar menjauhi narkoba," ujar Fauzan yang juga Wakil Bupati Banjar itu.<br /><br />Dia mengatakan, sejauh ini peredaran narkoba di kabupaten itu cukup tinggi dilihat dari jumlah perkara yang ditangani kepolisian maupun kejaksaan sehingga pihaknya berharap peran aktif masyarakat dalam memeranginya.<br /><br />"Harapan kami masyarakat pro aktif melaporkan jika mengetahui adanya peredaran narkoba sehingga bisa dicegah di samping langkah BNK yang terus mensosialisasikan bahaya narkoba ke tengah masyarakat," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>