Kejari Melawi Jadi, PN Menyusul

oleh

Keberadaan Pengadilan Negeri (PN) di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi menjadi kebutuhan dalam upaya mendekatkan pelayanan bagi para pencari keadilan. Rencanya jika Kejaksaan Negeri berhasil dibangun, PN akan menyusul. <p style="text-align: justify;">“Recana itu sudah ada, harapannya kalau bisa setelah Kejarinya jadi, PN segera menyusul, kalau bisa kantornya berdampingan,” kata Ramses Pasaribu Ketua Pengadilan Negeri Sintang.<br /><br />Informasi yang berhasil diperoleh, saat ini lahan untuk pembangunan Kejari Nanga Pinoh di Melawi sudah ada, tinggal menunggu realisasi pembangunan yang diperkirakan akan dilaksanakan tidak lama lagi.<br /><br />Menurut Ramses, dalam upaya mendekatkan pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan, sudah selayaknya di Kabupaten Melawi memiliki PN sendiri.<br /><br />“Selama ini semua proses persidangan perkara dari Melawi dilaksanakan di Sintang, sementara semua saksi disana, kasihan masyarakat karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk menghadiri persidangan,” ucapnya.<br /><br />Hingga saat ini, Pengadilan Negeri Sintang masih menangani semua perkara yang berasal dari Sintang dan Melawi, padahal Kabupaten Melawi sudah lama terbentuk.<br /> <br />“Sejauh ini memang belum ada kendala berarti yang dialami hakim kita ketika menangani perkara dari Melawi,” ucapnya.<br /><br />Namun sekali lagi pria yang pernah bertugas di PN Pontianak ini mengatakan yang mesti dilihat adalah dari sisi masyarakatnya.<br /><br />“Masyarakat yang berperkara tentunya akan menimbulkan biaya tinggi karena ketika akan menjalani persidangan, maka harus jauh-jauh datang dari Melawi ke Sintang dengan ongkos yang tidak sedikit,” ucapnya.<br /><br />Dalam setahun, iamengatakan rata-rata PN Sintang menangani sebanyak 300 perkara dengan jumlah hakim yang ada saat ini adalah sembilan orang termasuk ketua dan wakil ketua PN.<br /><br />“Sekitar 150 perkara itu berasal dari Melawi,” ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan, jika dilihat dari berbagai aspek memang pembangunan PN baru di Melawi sudah memungkinkan.<br /> <br />“Saya kasihan juga melihat saksi yang harus datang jauh-jauh untuk menghadiri persidangan dan ini adalah upaya negera untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan hukum,” imbuhnya.<br /><br />Terkait pengalamannya dalam menangani perkara, ia mengatakan sudah sering menemukan mayarakat yang tidak puas dengan putusan majelis hakim seperti yang berlangsung dua hari lalu terkait pembacaan vonis kasus narkoba.<br /><br />“Namun rasa ketidakpuasan itu harus tetap kita hargai meskipun putusan hakim dipengadilan tingkat pertama sudah final, artinya masih ada upaya hukum lainnya yang bisa ditempuh,” kata dia.<br /><br />Ia mengatakan dalam membuat keputusan, hakim tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan didasarkan atas fakta persidangan yang ada dan dikuatkan dengan keyakinan hakim untuk memutus seseorang bersalah atau tidak.<br /><br />“Kondisi persidangan seperti itu tentu jadi pengalaman bagi hakim baru, sepanjang berjalan sesuai koridor dan tidak terkontaminasi dengan hal-hal lainnya, tentunya sikap kita dalam menghadapi kondisi seperti itu bisa lebih tenang,” tukasnya. <strong>(phs)</strong></p>