Kejati Kalsel Minta Penambahan Personil Jaksa

oleh

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan meminta penambahan personil jaksa untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan kasus yang dinilai selama ini kurang begitu maksimal. <p style="text-align: justify;">"Kami kekurangan tenaga jaksa. Penambahan Jaksa ini agar dalam penanganan kasus perkara baik perkara umum maupun perkara khusus, kinerja lebih maksimal lagi," kata Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rejendra di Banjarmasin, Senin (27/12/2010). <br /><br />Ia mengungkapkan, usulan penambahan jaksa itu sesuai dengan jumlah perkara sepanjang 2010 yang mencapai 3.701 perkara, terdiri atas perkara umum sebanyak 3.636 dan perkara khusus sebanyak 65 perkara. <br /><br />"Kami memerlukan sekali adanya penambahan Jaksa di Kejati Kalsel karena dengan alasan banyak sekali kasus/perkara yang masuk di Kejati Kalsel, pada 2010 ini saja ada sekitar 3.701 perkara," terangnya. <br /><br />Rajendra juga menuturkan, saat ini jumlah Jaksa yang ada di lingkungan Kejati Kalsel berjumlah sekitar 231 orang, dengan adanya kasus hingga ribuan itu, maka setiap Jaksa harus menangani sekitar 20 perkara setiap bulannya. <br /><br />Padahal idealnya, agar kinerja terlihat maksimal maka setiap jaksa hanya menangani kasus yang dipegang sebanyak lebih kurang 10 perkara, agar lebih berkonsentrasi. <br /><br />Dengan banyak laporan berbagi kasus yang masuk dari masyarakat diharapkan pihak Kejati Kalsel nantinya akan segera mendapatkan penambahan jaksa agar tidak ada lagi kejenuhan yang dialami para Jaksa karena terlalu banyak dalam menangani kasus perkara umum maupun khusus (perkara Korupsi). <br /><br />Bukan itu saja terang Rajendra, dengan keterbatasan tenaga Jaksa di Kejati Kaslel maka tidak sepenuhnya kasus atau perkara terutama kasus korupsi yang bisa ditangani dengan maksimal. <br /><br />Lebih jauh Rajendra mengungkapkan, jumlah kasus tindak pidana korupsi dari tahun ke tahun terus meningkat dan peningkatan itu tidak hanya pada banyaknya perkara korupsi yang berhasil diungkap, tapi juga pada jumlah uang yang dikorupsi. <br /><br />Kapenkum Kejati itu, menjelaskan, selama periode Januari-Desember 2010, pihak Kejati Kalsel telah melakukan penyidikan sebanyak 65 kasus korupsi dengan nilai kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp3.111.376.120. <br /><br />Untuk perbandingan pada periode yang sama di tahun 2009 yang lalu, tercatat hanya ada sebanyak 53 kasus korupsi yang ada di jajaran Kejati Kalsel dengan kerugian negara sekitar Rp2 miliar, demikian Rajendra. <strong>(phs/Ant)</strong></p>