Kejujuran Modal Dasar Keberhasilan Pendidikan

oleh

Meskipun tingkat kelulusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sintang tidak sampai 100 persen, bukan berarti peran pendidik kurang maksimal atau siswanya yang kurang tanggap terhadap pelajaran, ada sisi baik yang bisa dilihat yaitu kejujuran. <p style="text-align: justify;">“Ada yang tidak lulus kan bukan berarti dunia pendidikan kita kurang maksimal berbuat, tetapi kita bis amelihat dari sisi berbeda yaitu soal kejujuran terutama dalam pelaksanaan ujian nasional,” kata Milton Crosby, Bupati Sintang.<br /><br />Ia mengatakan kejujuran adalah modal utama dalam menjalankan hidup dan hal itu harus dimulai sejak dini.<br /><br />“Apalagi sekarang yang sedang dibangun dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter yang salah satu poin pentingnya adalah kejujuran,” tukasnya.<br /><br />Kejujuran dalam dunia pendidikan menurutnya sangat penting ditanamkan kepada para peserta didik sebagai pondasi awal untuk menapaki kehidupan selanjutnya.<br /><br />“Menanamkan kejujuran sejak dini penting bagi pembentukan SDM yang berkualitas dan hal itu juga menjadi tanda keberhasilan pendidikan,” katanya.<br /><br />Seperti diketahui, Senin (16/05/2011) lalu telah diumumkan kelulusan bagi siswa SMA/SMK/MA di Sintang. Dari hasil ujian nasional tersebut tercatat ada 16 orang pelajar se-Kabupaten Sintang yang dinyatakan tidak lulus.<br /><br />“Persentasi kelulusan di Kabupaten Sintang mencapai 99,46 persen, naik 9 persen dari target yang kita canangkan sebelumnya yakni 90 persen,” kata YAT Lukman Riberu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang ketika itu.<br /><br />Jika dibandingkan tahun 2010 lalu yang hanya 89 persen, kenaikan persentasi kelulusan di Sintang mencapai 10 persen.<br /><br />Ia memaparkan khusus pelajar SMK, siswa yang lulus sebanyak 650 orang dan tidak lulus sebanyak 3 orang dengan persentase kelulusan sebesar 99,54 persen. SMA IPA lulus 621 orang, tidak lulus 3 orang dengan persentase 99,52 persen. SMA IPS lulus 1494, tidak lulus 10 org dengan persentase 99,33 persen. Untuk IPA dan SMK tak lulus hanya 3 orang, sedangkan IPS 10 orang.<br /><br />“Memang kami tidak menargetkan 100 persen terhadap kelulusan siswa, tetapi kami tetap berusaha agar siswa kita banyak yang lulus, kalau sudah 100 persen tentunya itu tertinggi yang harus dipertahankan,” ujarnya.<br /><br />Sementara, untuk tingkat kelulusan SMP/MTs di Kabupaten Sintang dipastikan mengalami kenaikan sebasar 9 persen dibandingkan tahun lalu. Hasil itu didapat berdasarkan persentase kelulusan UN SMP/MTs sebasar 98,57 persen pada tahun ini.<br /><br />“Dari 4.561 peserta, hanya 65 orang yang tidak lulus,” ujarnya.<br /><br />Ia juga mengatakan dari angka tersebut, tingkat kelulusan Sintang berada di peringkat ke-6 se-Kalbar dimana persentase kelulusan tertinggi di Kalbar dipegang oleh Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sanggau. <strong>(phs)</strong></p>