Kekeringan Kotawaringin Timur Terjadi Hingga Pertengahan November

oleh

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diingatkan untuk tetap waspada karena kekeringan di daerah ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan November. <p style="text-align: justify;">"Kalau melihat kondisi ini, kami memperkirakan potensi hujan masih kecil hingga sepuluh hari hingga dua minggu ke depan. Jadi ini harus kita waspadai," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni di Sampit, Jumat.<br /><br />Saat ini kebakaran lahan kembali marak sehingga kabut asap pekat muncul lagi. Jumat pagi, kabut asap pekat kembali menyelimuti Sampit sehingga sebagian warga menggunakan masker.<br /><br />Kekeringan juga menyebabkan ratusan hektare padi di sejumlah kawasan, gagal panen. Seperti di Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit, sedikitnya 272 hektare padi rusak akibat kekeringan.<br /><br />Yulida menjelaskan, meningkatnya suhu di kawasan Pasifik turut memengaruhi kondisi di Kotim. Rendahnya kelembaban membuat awan hujan sulit terbentuk sehingga potensi turunnya hujan juga masih kecil.<br /><br />Menyikapi kondisi ini, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada, khususnya agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak makin parah seperti beberapa waktu lalu. Upaya pemadaman kebakaran lahan juga harus terus dilakukan.<br /><br />Dia juga menyarankan pemerintah daerah untuk membantu petani dalam menghadapi kondisi saat ini. Misalnya dengan dengan menyiapkan mesin pompa air sehingga petani bisa mengairi sawah mereka.<br /><br />"Kemarin kan intensitas hujan sempat meningkat sehingga ada sebagian petani yang mulai menanam. Nah, sekarang ini hujan kembali berkurang, makanya kalau bisa pemerintah daerah membantu petani agar setidaknya tanaman yang sudah telanjur ditanam itu tidak mati," harap Yulida.<br /><br />BMKG berharap kekeringan yang saat ini melanda Kotim segera berakhir. Namun jika musim hujan tiba, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir. (das/ant)</p>