Kekeringan Sulitkan Masyarakat Padamkan Kebakaran Lahan

oleh

Kekeringan yang terjadi saat ini membuat masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kesulitan memadamkan kebakaran lahan di lahan maupun di sekitar kebun mereka. <p style="text-align: justify;">"Mau dipadamkan pakai apa kalau parit di sekitar kebun tidak ada airnya? Makanya banyak yang ramai-ramai beli alkon (mesin pompa air) agar bisa menyedot air dari titik-titik yang masih ada airnya meski jauh dari kebun," kata Muhdi, warga Kecamatan Kotabesi saat di Sampit, Rabu.<br /><br />Saat kebakaran lahan marak belum lama ini, Muhdi dan warga lainnya selalu dibuat cemas karena api sewaktu-waktu bisa saja menjalar hingga ke kebun mereka. Saat seperti itu masyarakat sangat kewalahan untuk memadamkan api karena sumber air sangat sedikit.<br /><br />Tidak sedikit warga yang sempat menginap di kebun mereka lantaran kebakaran lahan terjadi sangat dekat dengan kebun mereka. Mereka berjaga agar api tidak sampai menjalar ke kebun mereka.<br /><br />Kebakaran lahan biasanya terjadi di lahan-lahan kosong. Tidak diketahui siapa yang membakar, namun kejadian itu justru membuat masyarakat setempat cemas karena khawatir kebun karet dan tanaman lainnya terbakar akibat kebakaran meluas.<br /><br />Seperti di sisi Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan Sampit-Kotabesi, kebakaran lahan tidak hanya terjadi di lahan kosong, tetapi juga ada yang merembet dan membakar kebun karet milik masyarakat setempat.<br /><br />"Makanya kami sangat bersyukur hujan mulai turun dan berharap intensitasnya meningkat sehingga kebakaran lahan bisa berakhir. Meski sudah beberapa kali hujan, saya sesekali tetap memeriksa kebun saya untuk memastikan bahwa tidak ada kebakaran lahan," kata Muhdi.<br /><br />Sementara itu, hujan deras yang terjadi pada Selasa malam membuat kabut asap di Kota Sampit seketika menghilang. Sejumlah sekolah juga mulai memberlakukan waktu masuk sekolah secara normal yakni pukul 06:30 WIB, dari sebelumnya yang sempat diundur menjadi pukul 07:30 WIB saat kabut asap sangat parah.<br /><br />Masyarakat berharap hujan sering turun agar kebakaran lahan benar-benar padam sehingga kabut asap tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari. Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas perekonomian, tetapi membuat ribuan warga terserang penyakit pernafasan.(das/ant)</p>