Kekurangan Pemahaman, Pemkab Melawi Gelar Pelatihan Keterampilan BUMDes

oleh

Pemerintah Melawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa (DPMPD) Melawi menggelar pelatihan keterampilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kamis (14/9) di Aula Pertemuan Emaus Nanga Pinoh. Kegiatan yang dibuka Bupati Melawi, Panji, tersebut diikuti seluruh kepala desa di Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">Kepala DPMPD Melawi, Junaidi mengatakan, selama ini meskipun sudah ada desa yang memiliki usaha, namun belum bisa berjalan maksimal, karena segala macam persyaratannya belum masuk kategori BUMDes. “Yang sudah ada usaha itu palinglah 10 persen, itupun persyaratan untuk dijadikan BUMDes, belum maksimal. Maka dari itu kita laksanakan pelatihan ini agar ada peningkatan SDM serta mengetahui syarat menjadi BUMDes,” katanya saat ditemui usai pembukaan pelatihan BUMDes.<br /><br />Lebih lanjt, Junaidi mengatakan, persoalan mengapaa belum ada desa yang memiliki BUMDes dengan persyaratan yang lengkap, itu karena kekurangan pemahaman. Kemudian juga kurang jeli dalam melihat potensi yang bisa dijadikan BUMDes. <br /><br />“Sebetulnya banyak yang bisa dijadikan BUMDes. Misalnya pupuk, itu bisa dijadikan BUMDes. Sekarang inikan untuk beli pupuk saja masyarakat harus jauh-jauh turun ke Nanga Pinoh membeli pupuk. Nah, seharus peluang itu dilirik,” ucapnya.<br /><br />Saat pembukaan, Bupati Melawi, Panji mengatakan, BUMDes yang mengelola masyarakat dan pemerintah desa, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa.<br /><br />Berdasarkan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa pada pasal 87 dijelaskan bahwa desa dapat mendirikan BUMDes. Subtansi undang-undang ini menegaskan tentang janji pemenuhan permintaan dalam konteks pembangunan di tingkat desa.<br /><br />“BUMDes merupakan perekonomian masyarakat di pedesaan, sumber daya alam dan sumber daya manusia serta factor-faktor yang berpengaruh untuk dapat meletakan sebuah perencanaan pembangunan dengan adanya BUMDes yang sudah memadai dan melaksanakan roda pembangunan ekonomi pedesaan. Maka akan dapat menopang dan mengembangkan pembangunan pedesaan,” ungkapnya.<br /><br />Pada kesematan itu, Panji berharap peserta pelatihan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga apa yang disampaikan oleh narasumber dapat bermanfaat, dan dapat membantu kita dalam mengelola BUMDes yang akhirnya dapat menjadikan desa yang maju, mandiri dan bermartabat untuk mendukung pembangunan kabupaten dan nasional secara utuh. “Kepada narasumber, saya mengucapkan terimakasih, karena telah bersedia membagikan ilmunya kepada kita semua,” ucapnya. (KN)</p>