Kelam dibenahi, Agar Tak Se Kelam Namanya

oleh

Bukit Kelam merupakan sebuah bukit yang murni terdiri atas segumpal batu raksasa Keberadaannya menjadi istimewa karena gumpalan serupa hanya ada dua di dunia. <p style="text-align: justify;">Yaitu Ayers Rock di Australia dan Bukit Kelam Sintang. Kemudian tumbuhan langka bernama Nepenthes Clipeata hanya ada di Kelam. Lalu tersedia air terjun disana. Kian menambah elok serta godaan untuk berkunjung. Menyaksikan langsung panorama indah seklaigus langka itu. Pemerintah Kabupaten Sintang tidak menampik jika Bukit kelam masih membutuhkan sentuhan. Supaya Kelam menjadi kunjungan wisata. Obsesi demikian diakui secara perlahan telah berjalan. Pembenahan terus dilakukan. Terutama untuk fasilitas penunjang bagi para pengunjung agar betah serta tertarik mendatangi Kelam.“Kita selalu mengupayakan agar Kelam tak sekelam namanya. Pembangunan infrastruktur penunjang di sekitar objek wisata senantiasa dibenahi. Bahkan kita berupaya agar Kelam semakin dikenal,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sintang, Senen Maryono, Selasa  usai peresmian kolam tenang Selasa (7/1).</p> <p style="text-align: justify;">Mulai dikembangkan sekarang kolam renang. Dibangun tepat di kaki Bukit Kelam. Fasilitas tersebut dirintis sebagai aset memajukan sektor pariwisata. Kemudian diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Seiring dibangun sarana penunjang bagi pengunjung. “Kolam renang diharapkan kian menambah antusias kunjungan ke Kelam. Setiap wisatawan akan ditarik retribusi. Intinya kita selalu berbenah, agar kelam bisa menjadi kunjungan wisata favorit. Baik di tingkat lokal bahkan mancanegara,” kata Senen.</p> <p style="text-align: justify;">Penataan Pedagang di sekitar lokasi ikut dilakukan. Sejumlah lapak resprentatif juga telah dibangun. Pedagang yang berjualan diharapkan bisa menjadi tertib. Sehingga semua ikut menunjang dan berperan dalam memajukan Kelam. Senen merinci jika antusias kunjungan ke Kelam tergolong tinggi. Pada liburan natal serta tahun baru ditaksir sekitar 5000 wisatawan datang berlibur ke Kelam. Mereka bukan hanya berasal dari Sintang. Tapi beberapa kabupaten terdekat juga berdatangan. Kondisi tersebut dianggap sebagai peluang besar bagi kemajuan sektor pariwisata.</p> <p style="text-align: justify;">Bupati Sintang Milton Crosby mengajak semua pihak dapat memajukan Kelam sebagai objek wisata unggulan. Pasalnya, banyak keunggulan bisa dijual. Pembenahan serta promosi diminta agar gencar dilakukan. Supaya keberadaan Kelam kian dikenal. Keberadaan Kelam di Sintang disebut Bupati sebagai aset. Patut berbangga dengan keelokannya. Sampai untuk asal usul Kelam banyak versi cerita di masyarakat. Mulai kisah Bujang Beji memikul batu dan menutup sungai Melawi karena kesal dengan beberapa kawannya. Hingga batu yang dijatuhkan kini menjadi Bukit Kelam. “Sekitar Bukit Kelam adalah rawa. Berbeda dengan pegunungan yang dilerengnya tanah keras,” kata Milton.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara dari segi pengetahuan, lanjut Milton, orang geologi menganggap Kelam merupakan batu jatuhan meteor yang bertabrakan di langit. Namun semua dipandang sebagai khasanah kekayaan. “Maka butuh renovasi serta pengembangan guna mengundang minat orang untuk  berkunjung”tukasnya (beny)</p>