Kelas Klinik Bisnis Bagikan Strategi Beradaptasi di Era Digital

oleh

PALANGKA RAYA, KN – Klinik Bisnis melaksanakan Kelas Klinik Bisnis (KKB) volume 2 semester 1. Tema yang di gagas untuk KKB volume ini adalah Strategi Beradaptasi di Era Digital.

“Berangkat dari dirasa pentingnya menerapkan pemasaran online di era digitaliasasi ini, tentu kita perlu mengupas bersama seperti apa strategi yang harus dilakukan, serta bagaimana cara kita beradaptasi dengan media digital yang ada, melalui Kelas Klinik Bisnis hal itu akan terjawabkan oleh pemaparan pemateri” Ungkap Muhammad Asary, koordinator Klinik Bisnis.

Kelas Klinik Bisnis Vol. 2 menghadirkan pemateri yang mumpuni di bidang strategi marketing digital, dia adalah Urip Setiawan atau yang lebih akrab disapa Kak Urief. Seorang digital marketer, advertiser, content creator dan juga praktisi online shop sejak tahun 2014.

Berpengalaman menganalisa dan memberikan mentoring seputar bisnis.
Norpita Sari, kepala divisi UMKM menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh peserta yang hadir dalam Kelas Klinik Bisnis Vol. 2 yang terdiri dari mitra binaan Klinik Bisnis maupun peserta umum lainnya.

“Terima kasih telah bergabung di Kelas Klinik Bisnis Vol 2 ini. Terus semangat untuk seluruh peserta yang hadir. Silahkan menyimak pemaparan materi yang akan disampaikan oleh narasumber kali ini seputar Strategi Beradaptasi di Era Digital. Gali ilmunya dan jangan malu untuk bertanya jika ada hal-hal yang masih membingungkan”, tuturnya saat menyampaikan sambutan di awal acara KKB Vol. 2.

Dalam pemaparannya Kak Urief menjelaskan bahwa proses strategi marketing tidak terlepas dari hal-hal fundamental diantaranya branding, funneling (cara menyusun saluran penjualan), target market, traffic, konten, copywriting, dan riset produk. Sedangkan platform digital juga memiliki hal-hal fundamental diantaranya fitur, ads, tools, insight, foto dan video editing.

Selain itu owner dari toko batu mulia & berlian @etam_gemstone ini ini juga mengklasifikasikan platform berdasarkan jenisnya, diantaranya platform sosial media seperti instagram, facebook, youtube, tik-tok, dan twitter.

Platform marketplace diantaranya shopee, tokopedia, bukalapak, lazada, dan blibli. Platform website, diantaranya landing page, toko online, dan website berbasis artikel.

Serta platform perpesanan diantaranya whatsapp, telegram, dan messenger. Tentu semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Strategi beradaptasi di era digital ini kita harus up to date, selalu mengikuti perkembangan, serta kreatif dalam membuat konten-konten yang kekinian. Kita juga harus memahami strategi berjualan di media sosial, marketplace, perpesanan, maupun website. Jangn lupa untuk konsisten menjadwalkan list konten atau membuat konten kalender yang meliputi konten awareness, reputasi (proof), produk (hard selling), dan brand delivery” Ungkap pria kelahiran Balikpapan ini.

Antusias yang sangat luar biasa dari seluruh peserta yang hadir, hal tersebut terlihat dari semangat mereka saat menyimak pemaparan materi dan ketika melayangkan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

“Materinya sangat keren, bahkan sampai dijelaskan tentang traffic dan cara membaca algoritma instagram, kita juga diberi tips berjualan dengan akun publik dan akun jualan hingga metode mengkombinasikan keduanya. Namun rasanya masih kurang karena waktu yang singkat, tapi tidak masalah karena hal itu dapat tercover pada sesi tanya jawab” ungkap salah satu peserta KKB. (*)