Keluarga sakinah merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan masyarakat madani yang bermartabat dan berkualitas, kata Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Toyo S Dipo. <p style="text-align: justify;">Keluarga sakinah merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan masyarakat madani yang bermartabat dan berkualitas, kata Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Toyo S Dipo.<br /><br />Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Kulon Progo Muqodas Rozie pada pencanangan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) di Balai Desa Cerme, Kecamatan Panjatan, menyebutkan untuk mewujudkan pilar yang kuat dan baik seperti halnya keluarga sakinah, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa program DBKS yang telah dirintis lebih dari satu dasa warsa.<br /><br />"Program ini ditujukan agar keberadaan pilar keluarga sakinah dapat terwujud, dan akan berimbas dengan munculnya generasi penerus bangsa yang berkualitas, dan memiliki akhlak mulia," katanya.<br /><br />Untuk mewujudkan tujuan itu, kata dia, pemerintah mengharapkan dukungan dari masyarakat serta para ulama atau pemuka agama agar bisa bersama-sama bekerja, sehingga tercipta keluarga sakinah.<br /><br />"Sebab, hanya dengan menciptakan generasi penerus yang berkualitas kita akan mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Generasi penerus yang berkualitas akan tumbuh dari sebuah elemen kecil yaitu keluarga," katanya.<br /><br />Menurut Toyo, menciptakan sebuah keluarga yang sakinah merupakan sesuatu yang penting agar generasi penerus akan menjadi generasi yang benar-benar berkualitas sebagai sumber daya manusia (SDM) maupun akhlaknya.<br /><br />"Sebab, kualitas SDM tidak ditunjang dengan akhlak yang baik, tentunya hanya akan menciptakan masalah dan tidak baik bagi perkembangan bangsa di masa depan," katanya.<br /><br />Ketua Kelompok Kerja (Pokja) DBKS Kulon Progo Ridwan Priyanto mengatakan sejak 1993 sampai sekarang sudah ada 61 dari 88 desa di kabupaten ini yang telah dicanangkan sebagai Desa Binaan Keluarga Sakinah.<br /><br />"Program ini akan terus dilaksanakan agar Kabupaten Kulon Progo senantiasa tumbuh berkembang dengan dukungan masyarakat yang berkualitas berbasis keluarga sakinah," katanya.<br /><br />Pencanangan DBKS ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan papan nama oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kulon Progo Muqodas Rozie kepada tiga kepala desa yaitu Desa Cerme, Desa Triharjo dan Desa Banaran.<br /><br />"Setelah pencanangan, keberhasilan program DBKS di tiga desa tersebut nantinya akan dievaluasi setelah tiga tahun dilaksanakan yaitu pada 2013," kata Ridwan Priyanto. (Eka/Ant)</p>














